Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Antisipasi Alat PCR Kedaluarsa, DPRD Pekanbaru Minta Diskes Turun ke Farmasi, Puskesmas dan Klinik

Ribuan alat swab Polymerase Chain Realtion (PCR) kedaluarsa, banyak ditemukan di beberapa daerah di Riau.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Manjunath Kiran / AFP
FOTO ILUSTRASI - Ribuan alat swab Polymerase Chain Realtion (PCR) kedaluarsa, banyak ditemukan di beberapa daerah di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ribuan alat swab Polymerase Chain Realtion (PCR) kedaluarsa, banyak ditemukan di beberapa daerah di Riau.

Terakhir ditemukan anggota dewan, dalam Sidak di gedung IFK Jalan Batu Ampar Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Rabu (14/7/2021) kemarin, sebanyak 5 ribu PCR kedaluarsa.

Bukan tidak mungkin hal yang sama juga, bisa terjadi di Kota Pekanbaru, sebagai Ibukota Provinsi Riau.

Apalagi di Kota Pekanbaru, banyak farmasi, klinik, termasuk di Puskesmas dan rumah sakit, yang menyediakan alat swab PCR tersebut.

Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi masalah kesehatan, meminta, agar Diskes Pekanbaru dan BPOM, untuk segera turun ke lapangan.

"Ya, sampai saat ini kita tidak tahu kondisi alat PCR yang tersedia di klinik, Puskesmas dan rumah sakit. Lakukan Sidak, untuk kebaikan bersama," pinta Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi, Kamis (15/7/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Zulkarnain tidak menampik, sampai sejauh ini bagaimana sistem pengawasan alat-alat medis, terutama PCR yang kini dipastikan banyak digunakan di masa pandemi Covid-19.

Bisa jadi, pengawasan yang dilakukan hanya bersifat seremonial saja, atau berdasarkan laporan di atas kertas. Padahal, pengawasan untuk alat medis, harus dilakukan secara berkala, untuk mengantisipasi kedaluarsa.

"Jadi, apapun namanya barang yang kedaluarsa, berbahaya jika digunakan, apalagi di konsumsi. Efeknya bermacam-macam. Yang pasti bisa jadi penyakit," tegas Politisi senior PPP ini.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa sejauh ini, pihaknya memang belum menerima laporan dari masyarakat, tentang beredarnya alat swab PCR kedaluarsa di Kota Pekanbaru.

"Jadi, efek dari barang yang kedaluarsa, tergantung dari bakteri yang tumbuh dan terjadi. Tapi yang pasti, kita sarankan kepada Diskes, BPOM, dan pihak terkait lainnya, untuk tidak menunda Sidak PCR ini," tegasnya lagi. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi). 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved