Breaking News:

Kasus Penyelewengan Dana Desa Mekong, Mantan Kades Jadi Tahanan Rumah Setelah Kembalikan Uang Negara

Tersangka dugaan kasus penyelewengan dana Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, AR dialihkan menjadi tahanan rumah.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/TEDDY TARIGAN
Tersangka dugaan kasus penyelewengan dana Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, AR dialihkan menjadi tahanan rumah setelah mengembalikan kerugian negara. FOTO: Mantan Kepala Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Abdurahman Subari waktu ditahan Kejari Kepulauan Meranti Senin (5/7/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Tersangka dugaan kasus penyelewengan dana Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, AR dialihkan menjadi tahanan rumah setelah mengembalikan kerugian negara.

AR sebelumnya ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti dan dititipkan di Rutan Polres Kepulauan Meranti.

Tersangka dijadikan tahanan rumah setelah pihak keluarga tersangka memohon agar dilakukan penangguhan penahanan dan dikabulkan oleh Kejari Kepulauan Meranti.

Pengalihan status penahanan dari rumah tahanan Polres Kepulauan Meranti menjadi tahanan rumah dibenarkan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Kepulauan Meranti, Hamiko.

Dijelaskannua Kejaksaan mengabulkan permohonan pengalihan penahanan terhadap tersangka dengan berbagai pertimbangan.

Selain itu, lanjut Miko, pengalihan status penahanan karena adanya jaminan dari pihak keluarga.

"Memang betul tersangka ini kita alihkan penahanannya atas dasar permohonan dari pihak keluarga dengan penjaminan dari pihak keluarga sebanyak 3 orang. Yang bersangkutan dialihkan dari Rutan Polres ke tahanan rumah, pertimbangannya selain ada permohonan juga ada jaminan dan salah satunya ini juga di masa pandemi
dan yang bersangkutan juga sudah berumur. Pertimbangan kemanusiaan lah intinya," kata Hamiko.

Walaupun status telah beralih menjadi tahanan rumah tersangka tidak diperbolehkan keluar dari rumah.

Selain itu AR juga diwajibkan untuk melapor secara berkala ke pihak Kejaksaan.

"Walaupun telah menjadi tahanan rumah, dia tidak boleh kemana-mana dan melakukan aktifitas di luar rumah dan dia juga diwajibkan dua kali seminggu," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved