Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Sudah 5 Tahun Dibangun Pasar Induk Tak Kunjung Selesai, DPRD Pekanbaru: Pemko Tak Tegas

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH menegaskan, bahwa Pemko harus tegas terhadap persoalan ini.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Pembangunan Pasar Induk Kota Pekanbaru di Jalan Soekarno-Hatta tampak terbengkalai. Banyak semak belukar mulai tumbuh di areal proyek pembangunan ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kekhawatiran sejumlah kalangan, terkait kemampuan PT Agung Rafa Bonai (ARB), selaku kontraktor pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, tetap terbukti.

Sejak pembangunan tahun 2016 lalu, hingga Juli 2021 ini pasar tak kunjung selesai.

Sayangnya, pasar yang dibangun di atas lahan 3,2 hektar, dengan kontrak kerjasama dengan sistem build operate transfer (BOT) itu, tak juga mendapat punishment dari Pemko Pekanbaru.

Padahal sudah lima tahun membangun, tak juga bisa selesai.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH menegaskan, bahwa Pemko harus tegas terhadap persoalan ini.

Seharusnya, pasar tersebut sudah selesai dan sudah berfungsi saat ini.

"Harusnya kan dari awal PT ARB jujur. Sekarang tidak ada solusi lagi, jika memang tak sanggup menyelesaikan, jangan kasih kepercayaan lagi. Ini kan karena Pemko tak tegas," sebut Ruslan kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (15/7/2021).

Kritikan yang sama juga disampaikan Anggota Komisi IV DPRD lainnya Rois. Politisi PKS yang juga warga sekitar Pasar Induk tersebut mengaku, sejak pembangunan Pasar Induk tersebut, daerah sekitarnya terdampak banjir.

Kondisi ini terjadi, karena pembangunan Pasar Induk tak sesuai dengan planning awal. Bahkan pagar yang dibangun, tepat di batas jalan.

"Saya dan masyarakat sudah berkali-kali menyampaikan. Tapi tak ada perbaikan. Makanya kami tegaskan, jika memang PT ARB tak sanggup, ganti saja dengan kontraktor lain. PT ARB sangat tidak profesional, merugikan warga dan pemerintah," tegasnya.

Rois sangat menyayangkan, jika PT ARB tak diganti segera, tentunya merusak citra kepemimpinan Walikota Pekanbaru Firdaus MT dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi, yang akan segera berakhir (Mei 2022).

Sebelumnya, Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, bahwa pihaknya tetap komit untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Induk ini.

Proses kolaborasi tetap dikedepankan.

"Jadi begini, jika PT ARB ada kendala, kita tetap suport sesuai ketentuan. Tetapi jika memang tidak, tentu kita mengambil langkah berikutnya sesuai ketentuan. Bisa saja dengan mengambil opsi memutus kontrak. Atau mungkin opsi-opsi lainnya," katanya.

Pihaknya berjanji, setelah PPKM Darurat ini, Pemko dan PT ARB akan laksanakan pertemuan, untuk memutuskan langkah selanjutnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved