Breaking News:

MUI Riau Minta Umat Solat Idul Adha di Rumah Saja Bagi Daerah Zona Merah dan Oranye

Ketua MUI Riau Ilyas Husti menegaskan untuk warga di zona merah dan orange diminta melaksanakan solat idul adha di rumah dan sesuai SE Kepala Daerah.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: CandraDani
TRIBUN JABAR
ilustrasi sholat idul adha di rumah 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau bersama ormas Islam dan sejumlah pihak terkait di Riau sudah membuat kesepakatan soal pelaksanaan hari raya idul Fitri dan pemotongan hewan kurban disaat pandemi Covid-19.

Mulai dari pelaksanaan malam takbiran malam Idul Adi 1442 H/ 2021 M dapat dilaksanakan di masjid dan mushalla untuk menegakkan Syiar Islam dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara Ketat seperti menggunakan masker, mencuci langan, menjaga Jarak, dan menghindari kerumunan.

Pelaksanaan Takbir di masjid dan mushalla paling banyak hanya diikuti oleh 10 persen dari kapasitas masjid dan mushalla untuk menghindar keramaian dan kerumunan yang dapat merimbulkan penularan Fanderu Covid-19.

"Bagi wilayah yang terpapar Covid-19 (zona merah dan orange) ketentuan pelaksanaan takbiran mengacu kepada Surat edaran Wali Kota atau Bupati di daerah masing-masing,"ujar Ketua MUI Riau Ilyas Husti.

Ketua MUI Riau, Prof DR H Ilyas Husti MA.
Ketua MUI Riau, Prof DR H Ilyas Husti MA. (Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan)

Sementara itu Shalat Idul Adha yang hukumnya sunnah muokkadah bagi setap muslim, baik laki Iaki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, untuk mensyiarkan agama Islam bagi umat Islam .

Pada wilayah yang terpapar Covid-19 (zona merah dan orange) Shalat Idul Adha dilaksanakan di rumah masing-masing.

Ada wilayah yang dinyatakan aman dari Covid-19 (zona hijau dan kuning) shalat Idul Adha dapat dilaksanakan di lapangan terbuka dan masjid mushalla dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

"Penentuan zona merah, orange, kuning dan hijau berdasarkan ketentuan Pemerintah Daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada masing-masing daerah,"ujarnya.

Shalat Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan syarat dan rukunnya serta diikut oleh Jamaah paling banyak 50 persen dari kapasitas lapangan terbuka dan masjid mushalla, dengan meringkaskan bacaan shalat dan khutbah (paling lama 15 menit).

Sementara untuk pelaksanaan Penyembelihan hewan gurban berlangsung selama empat hari terhitung dari tanggal (10 - 13 Dzulhijah).

Panitia pelaksana dan Peserta kurban serta jamaah lainnya wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperi memakan masker, mencuci tangan, menjaga Jarak dan menghindari kerasuwan dan kerumunan.

"kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging dan pendistribusian daging kurban kepada warga masyarakat yang berhak menerimanya, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat,"ujarnya.

Kemudian Pendistribusian daging kurban dilakukan langsung oleh panita kepada warga di tempat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik antara satu dengan yang lainnya.

"Pada wilayah yang terjadi perkembangan Covid-19 secara ekstrim, dengan peningkatan angka positif Covid-19 secara signifikan, pelaksanaan gurban dapat dilaksanakan melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPM),"jelas Ilyas Husti.(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved