Breaking News:

Musyawarah Adat Ricuh Disatroni Pria Berparang, Ditaja Pemdes Senama Nenek,Satgas Covid-19 Tak Tahu

Musyawarah adat Suku Piliang yang ditaja Pemerintah Desa Senama Nenek, Selasa (13/7/2021), ternyata tanpa izin Satuan Tugas Covid-19 Kampar

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
foto/istimewa
Musyawarah adat Suku Piliang ricuh disatroni pria berparang, acara ditaja Pemdes Senama Nenek, ternyata Satgas Covid-19 Kampar tak tahu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Acara musyawarah adat Suku Piliang yang ditaja Pemerintah Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu, Selasa (13/7/2021), ternyata tanpa izin Satuan Tugas Covid-19.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kampar ternyata tidak tahu gelaran acara tersebut.

"Kami tidak tahu ada acara itu. Laporan nggak ada saya terima," ungkap Sekretaris Satgas, Syamsul Bahri yang juga menjabat Asisten III Sekretariat Daerah Kampar, Jumat (16/7/2021).

Kepada Tribunpekanbaru.com Syamsul mengatakan, Satgas sebenarnya akan memberi arahan terhadap jalannya acara sesuai protokol kesehatan.

Maka penyelenggara harus berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kampar.

Musyawarah adat tanpa koordinasi dengan Satgas juga diakui Kepala Kepolisian Sektor Tapung Hulu, Iptu. Era Maifo, Kamis (15/7/2021) sore.

"Itulah yang kita sayangkan (tanpa izin Satgas Covid-19)," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com .

Era mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan pihak penyelenggara agar kegiatan yang melibatkan banyak orang harus di bawah koordinasi Satgas Covid-19.

Ia bahkan mengungkap musyawarah adat telah dilaksanakan dua kali tanpa izin Satgas Covid-19.

Era mengaku sudah memberi peringatan pada penyelenggaraan pertama. Tetapi terulang lagi di penyelenggaraan kedua.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved