Breaking News:

Sedih, Balita di Inhil Hanya Tulang Berbalut Kulit, Butuh Bantuan Uluran Tangan

A. Sukur, balita di Inhil berusia 15 bulan ini terbaring lemah tak berdaya akibat setelah sakit berbulan lamanya memerlukan bantuan.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Sukur, Balita di Inhil Riau tni inggal kulit pembalut tulang butuh bantuan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – A. Sukur, balita di Inhil berusia 15 bulan ini terbaring lemah tak berdaya akibat setelah sakit berbulan lamanya dan tidak kunjung sembuh, memerlukan bantuan.

Kondisi balita asak Desa Pancur, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil ini kian parah setelah keluarga tidak memiliki biaya untuk merawat dan mengobatinya secara serius.

Kondisi badan sukur sapaan akrab balita malang ini membuat siapa saja yang melihatnya akan tertegun. Badan sukur terlihat kurus kering dan hanya kulit yang membungkus tulang.

Apa yang terjadi pada sukur ini tentu saja sangat mengkhawatirkan karena mengalami kurang gizi kronis yang di sebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Hal ini jika dibiarkan terus tentu saja mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya atau di sebut stunting.

Saat ini sukur tengah dirawat di rumah pamannya, Yusuf di Sungai Dusun, Parit Ogo, Kecamatan Batang Tuaka, Inhil.

Relawan Rumah Zakat di Kabupaten Inhil, Muhrani, menuturkan, Sukur merupakan anak ke 8 dari pasangan petani (pekerja kebun) bernama Jonhendrianto dan Ipah yang berasal dari Desa Pancur, Kecamatan Keritang.

“Saat ini kondisi sukur masih mengalami demam tinggi dan di duga juga menderita gizi buruk,” ungkap Muhrani (36) selaku pihak yang mendampingi Sukur kepada awak media, Kamis (15/7/21).

Menurut Muhrani, sukur telah sakit selama 3 bulan dan sempat dirawat di Rumah Sakit Husada Rengat, Indragiri Hulu (Inhu).

Namun karena ketiadaan biaya dan tidak memiliki BPJS, akhirnya Sukur dibawa kembali pulang ke rumah pamannya di Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Inhil.

“Awalnya demam, terkena gigitan lipan. Lalu selama 3 bulan panas dan di tambah kondisi gizinya yang buruk. Kemarin dirawat di Husada Rengat, tapi karena tak punya BPJS dan tiada biaya dibawa kembali pulang,” pungkas Warga Sungai Dusun.

Bagi masyarakat atau pihak – pihak yang ingin memberikan bantuan bisa menghubungi Muhrani di no HP 085376804019. 

Masih tingginya angka stunting membuat upaya pencegahan dan penanggulangan terus di lakukan oleh pihak terkait di Kabupaten Inhil.
Stunting disebabkan oleh gizi buruk yang di derita balita sehingga pada usianya mengalami tinggi dan berat badan yang tidak ideal.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, balita gizi buruk sebanyak 19 anak dan balita kurang gizi sebanyak 588 anak yang tersebar di setiap Kecamatan di Inhil.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved