Breaking News:

Video Berita

VIRAL VIDEO Pemilik Warkop Pilih Dipenjara Ketimbang Denda Rp 5 Juta, Syok Tak Mengira Masuk Lapas

"Saya kaget, ya kaget. Saya kira ditahannya di Polsek atau Polres, tapi ternyata saya ditahannya di Lapas. Tapi saya siap," kata Asep.

Editor: David Tobing

TRIBUNPeKANBARU.com - Nama Asep beberapa hari lalu santer dibicarakan.

Ia  merupakan pemilik kedai kopi di Tasikmalaya memilih dipenjara 3 hari ketimbang membayar denda Rp 5 juta karena melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Asep digelandang untuk menjalani kurungan penjara selama tiga hari oleh Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sesuai vonis persidangan, pria berusia 23 tahun itu dikurung selama tiga hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya. Terhitung mulai Kamis (15/7/2021).

Asep akan menjalani hukuman mulai hari ini di lapas tersebut.

Dengan demikian, Asep baru akan bebas pada Sabtu (17/7/2021).

Menanggapi keputusan sang anak yang memilih dipenjara ketimbang membayar denda, sebagai ayah Agus mengaku bangga dan mendukung keputusan anaknya.

"Saya bangga dengan keputusan anak saya. Meski sebetulnya, kalau untuk bayar denda Rp 5 juta saya langsung bisa sediakan saat ini juga," kata Agus dikutip dari Kompas.com pada Kamis (15/7/2021).

"Tapi, saya mendukung keinginan anak saya yang lebih memilih kurungan penjara dari pada bayar dendanya."

Agus mengakui anaknya bersalah melanggar PPKM Darurat, karena kafe di lantai 3 rumahnya masih buka dan menerima pembeli makan di tempat melebihi batas waktu sesuai aturan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved