Breaking News:

Hari Ini Kasus Positif Covid-19 di Riau Mencapai 999 Kasus, Waspada Varian Delta

Rincian kasus lainnya dari total kasus 81.200 orang tersebut, yakni isolasi mandiri 6.567 orang, rawat di rumah sakit 1.060 orang.

Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Warga positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya saat tiba di Asrama Haji Provinsi Riau, yang diantar petugas dengan menggunakan ambulan, Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hari ini, Sabtu (17/7/2021) terhitung kasus positif Covid di Riau mencapai angka 999 kasus.

Dengan demikian, total kasus pasien positif di Riau sudah mencapai 81.200 orang. 

"Tambahan kasus terkonfirmasi hari ini sebanyak 999 orang. Total kasus sebanyak 81.200 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuli Mimi Yuliani Nazir, Sabtu (17/7/21). 

Untuk pasien yang telah dinyatakan sembuh corona di Riau juga terus bertambah.

Yakni sebanyak 516 orang. Jadi total pasien yang sembuh mencapai mencapai 71.409 orang.

Sementara sebanyak 22 pasien corona dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan total kasus kematian sebanyak 2.164 orang.

Rincian kasus lainnya dari total kasus 81.200 orang tersebut, yakni isolasi mandiri 6.567 orang, rawat di rumah sakit 1.060 orang.

Kemudian, suspek yang isolasi mandiri berjumlah 3.411 orang, isolasi di rumah sakit  berjumlah 195 orang, selesai isolasi berjumlah 95.317 orang, meninggal berjumlah 351 orang. 

Kemudian, suspek yang isolasi mandiri berjumlah 3.411 orang, isolasi di rumah sakit  berjumlah 195 orang, selesai isolasi berjumlah 95.317 orang, meninggal berjumlah 351 orang. 

"Total suspek berjumlah 99.274 orang," papar Mimi.

Dilaporkan juga untuk spesimen diperiksa berjumlah 2.818 sampel.

Sementara untuk jumlah orang di periksa berjumlah 2.366 orang. 

Terkait melonjaknya kasus positif Covid-19 di Bumi Lancang Kuning, warga diharapkan agar senantiasa mentaati protokol kesehatan.

Juga, menjaga diri dengan mengkonsumsi vitamin, makanan bernutrisi dan berolahraga.

Varian Delta di Riau

Sementara terkait varian Delta di Riau, saat ini Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Riau sudah mengirim pemeriksaan mutasi ke Litbangkes.

"Belum ada hasil yang kita terima varian delta. Yang ada hanya varian alfa," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Riau dr Indra Yovi.

Melansir Kompas.com, Dia mengatakan saat ini mungkin sudah ada varian delta di Riau.

Pasalnya, kasus sekarang ini melonjak dengan cepat.

Namun, Satgas belum memiliki bukti dari genome sequencing yang dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes).

Secara epidemiologi, menurut Yovi, kemungkinan besar varian delta sudah menyebar di Riau.

"Tapi, tentu dasar epidemiologi tidak bisa membuktikan, yang membuktikan harus dengan pemeriksaan mutasi," lanjut Dia.

Meski belum terbukti ada varian delta, Yovi meminta petugas yang ada di bandara dan pelabuhan bekerja keras untuk selalu melakukan pemeriksaan swab ulang, minimal antigen bagi pendatang dari Pulau Jawa.

"Untuk mencegah masuknya varian delta ke Riau, petugas yang ada di pelabuhan harus memeriksa ulang atau swab PCR atau antigen terhadap pendatang," singkat Dia.

Ciri-Ciri Gejala Varian Delta

Dikutip dari webmd.com, varian Delta, juga dikenal sebagai B.1.617.2, dapat menyebar lebih mudah menurut CDC.

Bahkan, para peneliti mengatakan bahwa varian Delta 50% lebih menular dibandingkan varian Alpha, yang pertama kali diidentifikasi di Inggris, menurut The Washington Post .

Varian Delta pertama kali diidentifikasi di India pada Desember 2020 dan menyebabkan wabah besar di negara tersebut kemudian menyebar dengan cepat.

Adapun varian Delta Plus, juga dikenal sebagai B.1.617.2.1 atau AY.1, dianggap sebagai "subvarian" dari versi Delta.

Varian ini memiliki mutasi yang memungkinkan virus menyerang sel paru-paru dengan lebih baik dan berpotensi lolos dari vaksin.

Pertama kali diidentifikasi di India, Delta Plus kini telah ditemukan di AS, Inggris, dan negara lainnya.

Gejala Covid-19 Varian Delta

Gejalanya mirip dengan yang terlihat pada jenis virus corona asli dan varian lainnya, seperti:

- Batuk terus-menerus

- Sakit kepala

- Demam

- Sakit tenggorokan .

Menurut WHO, gejala COVID-19 yang paling umum adalah:

- Demam

- Batuk kering

- Kelelahan

Gejala lain yang kurang umum dan dapat mempengaruhi beberapa pasien meliputi:

- Kehilangan rasa atau bau,

- Hidung tersumbat,

- Konjungtivitis (juga dikenal sebagai mata merah)

- Sakit tenggorokan,

- Sakit kepala,

- Nyeri otot atau sendi,

- Berbagai jenis ruam kulit,

- Mual atau muntah,

- Diare,

- Menggigil atau pusing.

Gejala penyakit COVID-19 yang parah meliputi:

- Sesak napas,

- Kehilangan selera makan,

- Kebingungan,

- Nyeri atau tekanan terus-menerus di dada,

- Suhu tinggi (di atas 38 °C).

Gejala lain yang kurang umum adalah:

- Sifat lekas marah,

- Kebingungan,

- Penurunan kesadaran (kadang-kadang berhubungan dengan kejang),

- Kegelisahan,

- Depresi,

- Gangguan tidur,

- Komplikasi neurologis yang lebih parah dan jarang seperti stroke, radang otak, delirium dan kerusakan saraf.

Orang-orang dari segala usia yang mengalami demam dan/atau batuk yang berhubungan dengan kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri atau tekanan dada, atau kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak harus segera mencari perawatan medis.

Jika memungkinkan, hubungi penyedia layanan kesehatan, hotline, atau fasilitas kesehatan Anda terlebih dahulu, sehingga Anda dapat diarahkan ke klinik yang tepat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved