Breaking News:

Polisi Angkat Suara Soal Insiden Pria Padang Tertusuk Pena di Posko PPKM Darurat Solok-Padang

Akhirnya ada versi polisi soal viralnya video pria Padang ngaku matanya tertusuk pena karena didorong petugas di Posko PPKM Darurat Solok-Padang

Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Hendri Gusmulyadi
Facebook Zulkifli
Pria ini ngaku matanya ditusuk petugas saat lewati posko penyekatan PPKM Darurat di Perbatasan Solok-Padang. Berikut ini penjelasan pihak Polsek Lubuk Kilangan, Padang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Video pria yang menunjukkan kondisi wajahnya penuh darah, viral di media sosial Facebook di akun Zulkifli, Sabtu (17/7/2021).

Pria itu mengaku, matanya tertusuk pena yang ia pegang saat didorong petugas di posko Penyekatan PPKM Darurat, pada saat melewati Posko tersebut.

Lokasi tepat terjadinya peristiwa itu yakni di kawasan Lubuk Paraku atau perbatasan Solok-Padang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Sumatera Barat.

Pria itu menyebut, akibat tusukan itu matanya buta.

Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon angkat suara. Dia membenarkan peristiwa itu kepada awak media.

Nesmon menyebutkan, kalau pria dalam video itu bernama Awaludin Rao.

Peristiwa itu sebenarnya terjadi pada hari Jumat (16/7/2021).

Sementara waktu terjadinya insiden itu yakni pukul 02.30 dini hari.

"Pria ini tidak bisa menunjukkan syarat masuk Kota Padang," katanya.

Ketika ditanya siapa petugas yang mendorong Awaludin, Nesmon menyebutkan pria itu tidak bisa menunjukkannya.

"Petugas disini ada 15 orang. Melihat kondisi korban berdarah, Awaludin Rao ini dibawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan," katanya.

Nesmon sendiri sama sekali tidak menyangka video yang dibuat oleh Awaludin akan viral di Facebook.

Kata Dia, petugas juga sudah mengantarkan Awaludin ke Klinik untuk mendapatkan penanganan.

Bahkan setelahnya, kedua belah pihak sudah bersalaman.

"Malam itu Awaludin berterima kasih karena sudah diantarkan ke klinik dan sudah bersalam-salaman. Ternyata videonya viral," tandasnya.

Ngaku Ditusuk Pena Matanya Buta

Sebelumnya, peristiwa tak mengenakkan terjadi, yakni di Posko Penyekatan PPKM Darurat di Perbatasan Solok-Padang.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial Facebook, yakni di akun bernama Zulkifli, memperlihatkan seorang pria dengan kondisi bagian wajah penuh darah.

Pada video yang diunggah, Sabtu (17/7/2021), pria yang ada dalam video itu berbicara sembari memegangi bagian wajahnya, terutama di area mata.

Pria tersebut mengaku, matanya tertusuk oleh pena saat dirinya didorong oleh petugas PPKM Darurat saat melintasi perbatasan Solok-Sumbar. Hingga membuat wajahnya penuh darah.

Video itu pun viral di media sosial facebook dan telah dibagikan hampir 1000 orang pengguna lainnya.

Pria yang ada dalam video itu mengaku, dirinya melewati perbatasan Solok-Padang lantaran ingin melihat mobilnya yang terbalik, tak jauh dari Posko Penyekatan PPKM Darurat Solok-Padang.

Dirinya mengaku dari padang. Saat menuju lokasi mobilnya yang terbalik, pria itu mengaku mendapatkan izin dari seorang petugas Posko.

Namun setengah jam setelahnya, dan ingin balik lagi ke Padang (rumahnya), pria itu kembali dihentikan petugas.

Saat ditanya petugas, pria itu mengaku sudah melapor sebelumnya, namun dirinya lupa petugas mana yang memberikan dia izin karena begitu banyak petugas yang berjaga di posko tersebut.

Setelah itu kata pria yang ada dalam video, petugas langsung mendorongnya.

Dia yang kebetulan saat itu juga memegang sebuah pena, tertusuk oleh pena tersebut, dikarenakan dorongan oleh petugas.

"Akhirnya saya didorong pak, saya memgang pena pak, tertusuk ke mata saya udah buta pak," ungkap pria itu.

Ia pun mengungkapkan, Komandan di posko penyekatan PPKM darurat Perbatasan Solok-Padang itu bernama Desmon atau Mesmon.

"Ini Komandannya pak Desmon pak, pak polisi, banyak lagi yang lain-lain, semua aparat. Mata saya sudah buta, ditusuk sama pena," kata pria itu.

Pria itu terus menggebu-gebu menyampaikan kekesalannya dalam video.

Ia berulangkali menjelaskan bagaimana peristiwa itu terjadi hingga didorong hingga matanya tertusuk pena.

"Ya ini pak, (mata) ditusuk, ditusuk dengan pena pak. Ditulakkan (didorng) saya ke pintu pak, dipaksa saya masuk"

"Demi Allah, demi Rasulullah Salallah Hualihi Wassalam. Saya tidak berbohong, demi Allah. Didorong saya masuk sama (oleh) anggota pak Mesmon," kata pria sambil menggebu-gebu.

Lanjut pria itu, dirinya mengaku masih berada di dalam kota meski berada di dekat posko Penyekatan PPKM Darurat di Perbatasan Solok-Padang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved