Breaking News:

Surat Edaran Bupati Inhu Soal Penerapan Prokes saat Hari Raya Idul Adha, Simak 5 Poin Ini

Surat edaran Bupati Inhu soal penerapan Prokes saat Hari Raya Idul Adha terdiri dari lima poin.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Surat edaran Bupati Inhu soal penerapan Prokes saat Hari Raya Idul Adha terdiri dari lima poin. FOTO ILUSTRASI - Pedagang memberi makan sapi yang dijual untuk kurban. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)  

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Surat edaran Bupati Inhu soal penerapan Prokes saat Hari Raya Idul Adha terdiri dari lima poin.

Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Rezita Meylani Yopi telah mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 257 tahun 2021 tentang penerapan protokol kesehatan (Prokes) dalam penyelenggaraan salat Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan qurban tahun 1442 H atau 2021 masehi.

Penerapan Prokes tersebut dilakukan memperhatikan kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Inhu.

Pada SE yang diterima Tribunpekanbaru.com, dijelaskan pada poin pertama soal pelaksanaan malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha.

Malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha diperkenankan untuk digelar di musala atau masjid dengan ketentuan, dilaksanakan secara terbatas paling banyak 10 persen dari kapasitas masjid atau musala dengan memperhatikan Prokes secara ketat.

Pemerintah Kabupaten Inhu melarang kegiatan takbiran yang dilakukan berkeliling untuk mengantisipasi keramaian dan kerumunan.

Kemudian pada poin kedua disampaikan bahwa salat Hari Raya Idul Adha di lapangan terbuka atau masjid dan musala untuk zona merah dan zona oranye ditiadakan.

Dilanjutkan pada poin ketiga, dijelaskan untuk wilayah yang berada di luar zona merah dan zona oranye serta daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, diperkenankan untuk melaksanakan salat Hari Raya Idul Adha di masjid atau musala.

Pemerintah juga mengimbau selama pelaksanaan salat Hari Raya Idul Adha, jamaah diimbau untuk menerapkan standar Prokes secara ketat.

Pada poin keempat disebutkan metode pelaksanaan qurban.

Pelaksanaan qurban dilakukan tiga hari mulai tanggal 11,12,13 Dzulhijjah atau 21,22,23 Juli 2021 untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan qurban.

Pemotongan hewan qurban hingga pendistribusian daging qurban dilakukan oleh panitia di tempat tinggal masing-masing dengan tetap menerapkan Prokes secara ketat.

Kemudian pada poin kelima, Pemerintah Kabupaten Inhu memperkenankan aktifitas masyarakat di ruang publik untuk wilayah yang berada di luar zona merah dengan pembatasan kapasitas maksimal 25 persen dan tetap memperhatikan Prokes.

Terakhir Bupati Inhu mengimbau kepada para Camat, Lurah, dan Kepala Desa agar berperan aktif dalam melakukan pemantauan dan sosialisai serta pengawasan. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit).

Berita Inhu lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved