Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Masyarakat dan Pekerja PT WSSI Nyaris Bentrok, Pimpinan Dewan Turun Tangan

Informasi yang dihimpun Tribunpekanbaru.com, ratusan warga bergerak dari rumah masing-masing dan konvoi menggunakan sepeda motor ke lokasi

Penulis: Mayonal Putra | Editor: didik ahmadi

Pihaknya ingin menuntut hak masyarakat terhadap janji perusahaan selama ini.

"Kita datang kemari bukan mau mengganggu kerjaan si security itu.

Kita ke sini mau menuntut hak kita yang selama 20 tahun ini tidak ditepati perusahaan.

Janjinya mau bikin kebun plasma ke masyarakat.

Tapi tak ditepati. Tiba-tiba, mereka punya IPK. Kita meminta agar aktivitas pemotongan kayu dihentikan dan memberikan kayu itu semua ke masyarakat.

Anggap saja, kayu itu sebagai bentuk kompensasi atas janji yang tidak ditepati perusahaan selama 20 tahun ini," kata dia.

Setelah kondusif, satu-persatu masyarakat meninggalkan lokasi menaiki pompong.

Ada sebagian yang balik ke rumah masing-masing, ada juga ke kantor Camat mendengarkan hasil pertemuan dewan dengan pihak WSSI.

Cekcok di Kantor Camat

Pertemuan pimpinan DPRD Siak di kantor camat Koto Gasib juga diwarnai cekcok antara mayarakat dengan kontraktor kayu.

Sebab, pertemuan itu diharapkan datang dari pihak PT WSSI, namun yang datang Syafrizal, kontraktor penebang kayu.

"Dia bukan orang perusahaan. Dia kontraktor.

Pokoknya tuntutan kita cuman dua saat ini, cabut IPK dan hentikan dulu kegiatan pemotongan kayu itu,” kata H Thamrin Basri, tokoh masyarakat Koto Gasib.

Menurut Thamrin, IPK itu batal demi hukum jika terjadi konflik di objek izin. Sementara konflik ini sudah lama dan Pemprov Riau mengabaikannya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved