Breaking News:

BIN Gelar Vaksinasi di SMPN 10 Pekanbaru, DPRD Pekanbaru Sebut Bisa Jadi Pintu Belajar Tatap Muka

Program vaksinasi yang digelar BIN Riau di SMPN 10 Pekanbaru, Senin, mendapat apresiasi luar biasa DPRD Pekanbaru

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru T Azwendi Fajri SE (dua dari kiri berdiri), melihat siswa SMPN 10 Pekanbaru, yang divaksin, yang digelar BIN, Senin (19/7/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Program vaksinasi yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) Riau di SMPN 10 Pekanbaru, Senin (19/7/2021), mendapat apresiasi luar biasa, dari legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru.

Adalah Wakil Ketua DPRD Pekanbaru T Azwendi Fajri SE mengatakan, bahwa apa yang dilaksanakan BIN ini, merupakan langkah yang sangat luar biasa. Apalagi dalam percepatan vaksinasi nasional.

"Harapannya, tentu dari pemerintah sendiri memberikan dukungan agar pelaksanaan program vaksinasi nasional ini bisa berjalan secara maksimal. Sehingga penyebaran mata rantai virus Covid-19 bisa terputus," tegas Azwendi yang hadir dalam acara tersebut.

Lebih lanjut disampaikan, pelaksanaan vaksinasi ini diharapkan bisa dilakukan secara merata  di seluruh sekolah yang ada. Sehingga proses belajar mengajar bisa kembali dilakukan secara tatap muka.

"Untuk menyukseskan ini, kami berharap dukungan pemerintah pusat, untuk ketersediaan vaksin di daerah agar tidak terkendala, kepada orangtua siswa, juga kami himbau untuk memberikan dukungan terhadap program vaksinasi ini. Harapan kami agar ini tetap berkesinambungan, sesuai dengan sasarannya," harap Azwendi.

Kepala SMPN 10 Pekanbaru Hj Wijayanti Sri Utari SPd MSi menyampaikan, bahwa program vaksinasi ini sangat diperlukan untuk kembali pulihnya pendidikan dari pandemi. Diharapkan setelah semua anak didik mendapatkan vaksin, maka proses belajar mengajar bisa dilaksanakan secara tatap muka.

"Hari ini baru sebagian anak, kedepan seluruh siswa di Kota Pekanbaru sudah divaksin sehingga bisa dilaksanakan proses belajar tatap muka lagi. Dengan adanya vaksin ini kami sekolah siap untuk tatap muka, tinggal menunggu keputusan pemerintah," terangnya.

Kepala BIN Daerah Riau Brigjen TNI Amino Setya Budi menjelaskan, sebenarnya kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan serentak di 34 provinsi dengan dua sasaran, yaitu pelajar dan masyarakat umum.

Untuk pelajar dilakukan vdi sekolah SMP dan SMA, sementara untuk masyarakat umum dilakukan door to door atau rumah ke rumah.

Kebijakan melakukan vaksinasi door to door ini, dikarenakan maraknya hoax tersebar di tengah masyarakat berkaitan vaksinasi.

Sehingga ada beberapa masyarakat yang enggan divaksin.

Dengan cara jemput bola mendatangi warga dan melakukan komunikasi secara langsung untuk memberi penjelasan, maka saat masyarakat bersedia divaksin maka langsung dilakukan vaksin di tempat oleh petugas Dinas Kesehatan.

"Pelaksanaan vaksin ini merupakan perintah langsung dari Kepala BIN kepada para BIN di daerah, sesuai arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo, sehingga BIN akan melaksanakan vaksinasi ini hingga tuntas," tegasnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved