Breaking News:

Bupati Siak Perbolehkan Salat Idul Adha di Masjid dan Musala, Kecuali di Desa Zona Merah dan Orange

Bupati Siak Alfedri membolehkan masyarakat Salat Idul Adha di dalam masjid/musala di desa-desa yang ditetapkan zona hijau dan kuning.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
istimewa
Bupati Siak Perbolehkan Salat Idul Adha di Masjid dan Musala, Kecuali di Desa Zona Merah dan Orange. FOTO: Bupati Siak Alfedri menyampaikan sambutan pada acara penyaluran zakat Baznas Siak di Tualang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri memperbolehkan masyarakat melaksanakan Salat Idul Adha 1442 H di dalam masjid/musala di desa-desa yang ditetapkan zona hijau atau kuning oleh Satgas Penanggulangan Covid-19.

Namun melarang masyarakat melaksanakan salat Id tersebut di lapangan terbuka.

Hal tersebut dimuat dalam surat edaran Bupati Siak nomor 100/Setda_Adminpem/351-a, yang telah disebar ke seluruh kecamatan, desa serta mesjid/musala se kabupaten Siak.

Surat Edaran ini berlaku tanpa pengecualian di seluruh wilayah kabupaten Siak yang akan dikontrol oleh jajaran pemerintah dan Satgas Covid-19, beserta TNI/Polri.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Arfan Usman mengatakan, semua ketentuan ibadah salat Id dan penyembelihan hewan kurban sudah dimuat di surat edaran bupati.

Bagi desa yang dinyatakan Satgas Covid-19 sebagai zona orange atau merah tidak dibolehkan melaksanakan salat Id di mesjid dan musala serta di lapangan.

“Bagi yang ditetapkan zona merah dan orange itu masyarakat diminta salat Id di rumah masing-masing,” kata Arfan, Senin (19/7/2021).

Sedangkan bagi desa/kampung atau kelurahan yang ditetapkan zona hijau dan kuning boleh melaksanakan salat Id di masjid atau musala dengan ketentuan. Meski ditetapkan zona hijau dan kuning, masyarakat juga dilarang melaksanakan salat Ied di lapangan.

“Pelaksanaan salat Id bagi lokasi yang zona hijau dan kuning wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” kata dia.

Dikatakan Arfan, dalam Surat Edaran Bupati Siak sudah dituliskan, bahwa salat Id dilaksanakan sesuai rukun salat. Durasi khutbah hanya 10 menit dan khatib wajib memakai masker dan faceshield. Jemaah wajib memakai masker dan menjaga jarak. Kapasitas ruangan masjid atau musala yang boleh diisi hanya 25 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved