Breaking News:

Sapi Sultan,Punya Kipas Angin di Kandang,Diperlakukan Istimewa,Terpilih Jadi Kurban Presiden di Riau

Diperlakukan istimewa, sapi yang terpilih jadi kurban presiden punya kipas angin di kandang, perlakuan dan makananpun khusus

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Sapi Limousin milik peternak di Bengkalis terpilih sebagai sapi kurban Presiden Jokowi di Riau.Sapi ini diperlakukan istimewa, punya kipas angin di kandang, makanan dan perlakuan khusus. 

Pasang Kipas Angin di Kandang

Sapi Limousin milik peternak di Bengkalis terpilih sebagai sapi kurban Presiden Jokowi untuk masyarakat Riau pada perayaan Idul Adha 2021.
Sapi Limousin milik peternak di Bengkalis terpilih sebagai sapi kurban Presiden Jokowi untuk masyarakat Riau pada perayaan Idul Adha 2021. (Istimewa)

Selain makanan, perlakuan terhadap sapi Limousin yang di peliharanya juga membutuhkan perawatan khusus. Seperti mandi dan juga dipasang kipas angin di kandangnya agar sapi tak kepanasan.

Perawatan khusus dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi agar tetap terjaga kualitasnya.

"Sapi yang dibeli presiden itu kita rawat sejak kecil, khusus perawatannya jenis Limousin ini harus dimandikan setiap hari sampai tiga kali," ujar Hasan.

"Pagi hari sekali, kemudian siang serta sore hari harus dimandikan," tambahnya.

Hasan mengatakan, sapi Limousin merupakan sapi berbulu yang cukup lebat.

Sehingga mudah kotor saat duduk di kandangnya makanya harus mandikan tiga kali sehari.

"Kalau sering dimandikan bersih maka akan sehat sapi ini. Selain itu untuk menjaga agar sapi yang habitatnya ditempat dingin ini bertahan," ujarnya.

"Kandang sapi ini juga kita sediakan kipas angin agar sapi ini tidak kepanasan," terangnya.

Beberapa Kali Menang Kontes

Sebenarnya sapi yang terpilih menjadi sapi presiden untuk berkurban kemarin juga sudah beberapa kali menang kontes tingkat provinsi.

Terakhir pada tahun lalu kontes sapi ektrem di Kuansing, mendapat juara terbaik pertama.

"Dari sinilah kita dapat celah untuk ikut kontes sapi kurban presiden," katanya.

"Pihak Dinas di provinsi saat adanya permintaan istana mencarikan sapi kurban langsung menghubungi kita yang punya sapi ektrem di Riau," katanya.

Dua bulan lalu tim pemeriksa kesehatan dari kepresindenan turun ke Bengkalis.

Saat itu ada empat jenis sapi ekstrem yang ada di perternakan ini ditawarkan untuk diperiksa menjadi sapi kurban presiden.

"Empat jenis sapi kita yang diperiksa di antaranya sapi limousin yang menang ini, kemudian ada juga sapi jenis Angus, Brangus dan Simental," kata Hasan.

Dari hasil pemeriksaan sampel darah, air kencing hingga kotorannya, keempatnya dalam keadaan sehat.

Namun secara bobot yang paling tinggi Limousin dipilih sebagai sapi kurban presiden dengan berat 889 kilogram.

Setelah sukses mengantarkan sapi Limousinnya sebagai sapi kurban presiden.

Tahun depan Hasan juga berencana menyiapkan sapinya untuk ikut kontes sapi kurban presiden lagi.

Setidaknya ada dua jenis sapi yang disiapkannya, yakni jenis Simental dan Brangus.

Saat ini dua ekor sapinya memiliki berat sekitar 800 kilogram, menjelang tahun depan ditargetkannya bisa mencapai satu ton lebih.

"Kita atur pola pakannya, sebisa mungkin dalam sehari bisa mencapai satu kilogram, target mudah mudahan jelang kontes bisa sampai satu ton lebih," terangnya.

Selain ternak sapi jenis ekstrem, sebenarnya Hasan juga fokus dalam peternakan sapi biasa dan jenis sapi bali.

Bahkan setiap tahunnya dirinya bisa menjual sekitar seribu ekor sapi untuk Idul Adha saja.

Untuk lahan ternak sendiri, Hasan tidak hanya memiliki lahan ternak di Bengkalis. Lahan ternaknya juga ada di Pekanbaru yang memelihara jenis sapi bali.

"Ada dua, lahan ternak kami, selain di Bengkalis di Pekanbaru juga ada. Untuk di Bengkalis saat ini lahan ternaknya memiliki sebanyak tiga ratus ekor sapi termasuk indukan sapinya sekitar seratus ekor.

Selain ternak sendiri, dirinya juga membantu peternak yang ada di Bengkalis untuk menjualkan sapi mereka saat musim lebaran Idul Adha.

Selain itu juga guna menjaga ketersedian sapi pihaknya bekerjasama dengan perternakan besar dari NTB.

"Setiap lebaran Idul Adha dari hasil penjualan sapi ini bisa meraup keuntungan ratusan juta bahkan pernah sampai satu miliar rupiah," terangnya.

Sempat Diremehkan Orang

Jadi untuk peternakan sapi sebenarnya cukup menjanjikan. Hanya saja butuh keseriusan dalam pengelolan ternak ini, baru bisa berhasil.

Seperti yang dilakukan Hasan sendiri, awalnya dirinya sempat diejek orang orang saat awal mengembangkan ternak sapi di Bengkalis.

Apalagi saat itu Hasan mengembangkan jenis sapi ekstrem yang biasa hidup di daerah dingin.

"Banyak yang bilang tidak mungkin hidup dan memandang sebelah mata usaha kami, tapi dengan ketekunan selama ini akhirnya sapi kami dibeli presiden," ujar Hasan.

Wabup: Bengkalis Punya Potensi Pengembangan Sapi

Sementara itu dengan adanya keberhasilan peternak sapi Bengkalis ini Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso berharap bisa menjadi langkah untuk pengembangan ternak khususnya sapi di Bengkalis.

"Kita sudah lepaskan sapi jenis Limousin sebagai sapi kurban Presiden Jokowi. Alhamdulillah mudah-mudahan, ini menjadi langkah untuk pengembangan ternak sapi di Pulau Bengkalis," ungkapnya.

Menurut dia, Pulau Bengkalis memiliki potensi untuk peternakan.

Hal itu sudah terbukti dengan terpilihnya sapi asal Bengkalis sebagai salah satu sapi kurban Presiden yang akan diserahkan kepada Gubri.

"Sapi asal Kabupaten Bengkalis yang terpilih. Ayo berternak sapi bersama karena sudah ada contoh dan buktinya, Bengkalis mempunyai potensi untuk menjadi peternak sapi yang andal," ajaknya.

Proses Panjang

Kepala Dinas Tanamam Pangan Holtikultura dan Perternakan (DTPHP) Bengkalis melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Amri Noer mengatakan, bahwa terpilihnya sapi Limousin milik peternak Kabupaten Bengkalis untuk kurban masyarakat Riau telah melalui proses dan prosedur yang panjang.

Sapi ini sebelumnya telah didaftarkan untuk mengikuti proses seleksi secara ketat dengan bobot 800 Kilogram lebih pada April lalu.

"Sapi yang kita daftarkan ada tiga ekor, dan satu ekor dari kabupaten lain," ujarnya.

"Alhamdulillah, sapi Limousin Bengkalis terpilih sesuai dengan hasil seleksi oleh Balai Veteriner Bukittinggi dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau," sambungnya.

Dari hasil penimbangan bobot sapi limousin ini memiliki berat sekitar 889 kilogram.

Penimbangan dilakukan saat mengikuti seleksi sejak April 2021 lalu dan diperiksa kesehatannya oleh Balai Veteriner Bukittinggi yang mewakili Kementerian Pertanian.

"Dan sepekan lalu tim dari provinsi juga melakukan pengamatan ulang untuk memastikan kesehatan hewan tersebut," tutup Amri Noer.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved