Breaking News:

Aparat Desa Diperiksa Jaksa dari Kejari Pelalawan Terkait Dugaan Tipikor APBDes Segamai

Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap adanya praktik korupsi dalam pengelolaan APBDes yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD)

Penulis: johanes | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Johannes Wowor Tanjung
Aparat Desa Diperiksa Jaksa dari Kejari Pelalawan Terkait Dugaan Tipikor APBDes Segamai. Foto: Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Pelalawan, Sumriadi SH MH 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan Riau mulai memanggil aparat desa terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau APBDes Segamai Kecamatan Teluk Meranti pekan lalu.

Penanganan perkara dugaan Tipikor APBDes Segamai tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyelidikan di Seksi Pidana Khusus (Pidsus).

Setelah Seksi Intelijen Kejari Pelalawan melimpahkan hasil pengumpulan data, bahan, dan keterangan yang ditangani pihaknya ke Seksi Pidsus terkait dugaan Tipikor APBDes Segamai itu.

Penyelidikan langsung dimulai tim untuk mengungkap adanya APBDes Segamai yang ditilap oleh oknum aparat desa.

"Sekarang proses penyelidikan sudah berjalan di Seksi Pidsus.

Tim sudah memanggil pihak-pihak terkait," ungkap Kepala Kejari Pelalawan, Silpia Rosalina SH MH melalui Kasi Intelijen Sumriadi SH MH, kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (20/07/2021).

Sumriadi menjelaskan, tim pidsus memanggil aparat Desa Segamai untuk diminta keterangan atas dugaan korupsi di desanya.

Adapun perkara rasuah yang akan dibongkar kejaksaan yakni APBDes Segamai mulai dari tahun 2018, 2019, dan 2020.

Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap adanya praktik korupsi dalam pengelolaan APBDes yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), dan Bantuan Keuangan (Bankeu).

"Tim di Pidsus masih bekerja berdasarkan hasil temuan dari kami dari intelijen," tambahnya. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved