Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Sanksi KTV C7 Buka Saat PPKM Berdasarkan Perwako, Pansus DPRD Pekanbaru: Perda-nya Sudah Kita Sahkan

Satpol PP Pekanbaru sudah memberikan sanksi denda Rp 500 ribu dan surat teguran, kepada tempat hiburan malam KTV C7

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru / Fernando Sikumbang
FOTO ILUSTRASI: Aparat gabungan menyegel S Club and KTV di areal Star City, Jalan Jendral Sudirman, Kota Pekanbaru, Senin (14/9/2020) malam. Puluhan orang aparat gabungan TNI, polisi dan Satpol PP mendatangi tempat hiburan malam tersebut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satpol PP Pekanbaru sudah memberikan sanksi denda Rp 500 ribu dan surat teguran, kepada tempat hiburan malam KTV C7 di Jalan Cempaka Pekanbaru, yang nekad beroperasi di saat PPKM.

Sanksi denda ini berdasarkan Perwako No 80 Tahun 2021. Ini lah yang sangat disayangkan Ketua Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Pekanbaru Roni Pasla.

Katanya, m Satpol PP selaku penegak Perda, tidak memahami isi Perda No 5 tahun 2021 tentang Perlindungan Masyarakat terhadap Penyebaran dan Wabah Covid-19, yang baru disahkan  DPRD Pekanbaru.

"Kenapa Satpol PP berpedoman Perwako No 80 Tahun 2021. Padahal, Pemko Pekanbaru sudah memiliki Perda yang mengatur tentang sanksi bagi pelaku usaha dan masyarakat yang melanggar Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, yakni Perda No 5 Tahun 2021," tegasnya, Selasa (20/7/2021).

Dijelaskannya, Perda No 5 Tahun tersebut direvisi karena permintaan Pemko Pekanbaru, terkait soal sanksi pelanggar prokes.

Makanya isi Perda No 5 Tahun 2021 yang terbaru, pelaku usaha didenda maksimal Rp 5 juta tanpa ada surat teguran tertulis.

Begitu juga bagi masyarakat yang melanggar, dikenakan sanksi denda sebesar Rp100 ribu.

"Satpol hanya memberikan denda bagi pelaku usaha saja, padahal saat itu juga puluhan pengunjung kedapatan melanggar prokes namun tak dikenakan sanksi denda," sebutnya.

KTV C7 tersebut, masih kata Roni Pasla, kesalahannya sudah sangat fatal. Di saat pemerintah melaksanakan PPKM, dan melarang aktivitas hiburan malam, mereka nekad beroperasi.

"Kita sarankan, terapkan saja Perda Covid-19 yang sudah Sahkan kemarin. Sehingga tidak terkesan ada unsur permainan," saran politisi PAN ini.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Iwan Simatupang menegaskan, KTV C7 di Jalan Cempaka didenda sebesar Rp500 ribu dan diberi teguran tertulis.

Sanksi tersebut sudah mereka bayar, karena manajemen terbukti melanggar aturan lantaran beroperasi saat pengetatan PPKM Mikro.

Diterangkannya, sanksi yang diterapkan itu, berdasarkan pasal 10 Perwako 80 tahun 2021, terhadap pelaku usaha yang melanggar Prokes.

KTV C7 melanggar pasal 6 Perwako 80, tentang jam operasional yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

"Jika KTV C7 buka lagi, baru nanti penutupan sementara. Tapi sejauh ini, sudah dicek, C7 itu sudah tutup," katanya.  (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved