Breaking News:

Kasus Positif Turun Tapi Pasien Covid-19 Meninggal di Riau Masih Tinggi, Kadiskes Ungkap Sebabnya

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Riau, mengungkapkan, penurunan kasus positif Covid-19 di Riau bukan disebabkan karena turunnya angka penularan.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: CandraDani
TRIBUN PEKANBARU / JOHANES WOWOR TANJUNG
Petugas penggali kubur menggunakan APD lengkap saat mengebumikan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal di pekuburan Kelurahan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Kasus harian pasien terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau mengalami penurunan.  

Sehari pasca hari Raya Idul Adha, Rabu (21/7/2021) kasus baru pasien positif Covid-19 bertambah sebanyak 453 kasus.

Dengan adanya penambahan 450 kasus baru ini, maka saat ini total kasus Covid-19 sudah mencapai 84.001 kasus.

Sedangkan untuk pasien sembuh ada penambahan sebanyak 318 kasus.

Total hingga saat ini pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sudah mencapai 73.604 kasus.

Baca juga: Presiden Diminta Panggil Mantan Menkes Siti Fadilah Supari dan Dilibatkan Dalam Tangani Pandemi

Baca juga: Sulit Atas Covid-19, Luhut: Kalau Semua Bisa Kita Selesaikan, Ya Tidak Ada Dong Tuhan Itu

Meski ada kabar baik dengan tren penurunan angka kasus baru pasien positif Covid-19, namun disisi lain angka kematian akibat Covid-19 di Riau ternyata masih tinggi.

Pada Rabu (21/7/2021) terdapat penambahan sebanyak 24 pasien yang meninggal dunia akibat Covid.

Total hingga saat ini sudah ada 2.267 pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rabu (21/7/2021) mengungkapkan, penurunan kasus positif Covid-19 di Riau bukan disebabkan karena turunnya angka penularan.

Namun karena jumlah sampel yang diperiksa juga mengalami penurunan. 

"Jumlah sampel yang masuk sedikit, sehingga hasil positif juga mengalami penurunan. Tapi kita berharap kasus positif di Riau tidak naik lagi. Syaratnya masyarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan," katanya. 

Baca juga: Makin Minim Ketersediaan Ruang Perawatan Pasien Corona di RS,Covid-19 di Pelalawan Kembali Melonjak

Baca juga: Sehari 4 Nyawa Melayang Akibat Covid-19 di Dumai, Segini Total Angka Kematian, Jangan Abai Prokes

Sedangkan untuk pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19, Mimi mengungkapkan rata-rata pasien tersebut sudah bergejala berat dan usianya diatas 50 tahun. 

"Hari ini yang meninggal masih tinggi, ada penambahan 24 pasien, rata-rata yang sudah berumur diatas 50 tahun dan bergejala berat dan tidak tertolong saat dirawat di Rumah Sakit. Bisa jadi yang bergejala berat itu karena terlambat dirawat, disaat sudah kondisi berat dan sesak berat baru dibawa ke Rumah Sakit, inilah yang menyebabkan terlambat penanganannya,” kata Mimi. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

 

--

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved