Breaking News:

Pria Di China Tewas Setelah Terinfeksi Virus Monyet, Sebelumnya Demam Sebulan Tak Kunjung Sembuh

Sampel darah dan air liurnya dikirim ke CDC pada bulan April, di mana para peneliti menemukan bukti virus Monkey B.

Editor: Guruh Budi Wibowo
cnprc.ucdavis.edu
ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pria di China tewas setelah mengalami demam selama sebulan dan muntah-muntah. 

Ia mengalami sakit yang parah setelah pria berusia 53 tahun asal Beijing itu membedah dua monyet yang mati pada Maret lalu.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC), pria iti mengalami mual, muntah dan demam sebulan kemudian, dan meninggal 27 Mei, menurut laporan yang dikeluarkan oleh pejabat kesehatan pada hari Sabtu.

Sampel darah dan air liurnya dikirim ke CDC pada bulan April, di mana para peneliti menemukan bukti virus Monkey B.

Dua dari kontak dekatnya, seorang dokter pria dan seorang perawat wanita, dinyatakan negatif virus, kata para pejabat.

Dilansir dari Metro.co.uk, virus Monyet B, atau virus herpes B seperti yang juga dikenal, lazim di antara monyet kera.

Kasus yang menimpa pria itu merupakan kasus pertama kali terjadi di China.

Menurut CDC AS hanya ada 50 infeksi yang dilaporkan pada manusia secara global, dan 21 di antaranya meninggal.

Sebagian besar terinfeksi setelah mereka digigit atau dicakar oleh monyet, atau ketika cairan dari monyet mengenai kulit mereka yang rusak.

Pada tahun 1997, seorang peneliti meninggal karena infeksi virus B setelah cairan tubuh dari monyet yang terinfeksi memercik ke matanya.

Halaman
12
Tags
kera
China
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved