Breaking News:

Awas Ledakah PHK Masal Bisa Terjadi Karena Perpanjangan PPKM Darurat, Presiden KPSI Ungkap Fakta Ini

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berpotensi menyebabkan ledakan PHK masal pada buruh di sejumlah daerah

Editor: Ilham Yafiz
Dokumentasi Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi Buruh. 

Hal ini terjadi di sektor elektronik dan komponen, otomotif dan komponen, tekstil garmen sepatu, farmasi, bank, logistik, percetakan, industri semen, energi, kimia, hingga pertambangan.

“Pabrik-pabrik tersebut menyebar di Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Semarang, Kendal, Jepara, Cilegon, Serang, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Gresik, Batam, Karimun, Medan, Aceh, Makasar, Banjarmasin, Papua, Maluku, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Dia juga mengungkap tingkat penderita Covid-19 klaster pabrik di atas 10%, dimana mengakibatkan puluhan ribu buruh melakukan isoman tanpa vitamin dan obat. Ketika banyak yang isoman, akhirnya pabrik diliburkan.

Apabila pabriknya banyak libur dan buruh isoman terlalu lama, maka target produksi turun.

Langkah yang diambil perusahaan pada umumnya adalah merumahkan karyawan dengan potong gaji, dan terakhir akan di-PHK, terutama jika Covid-19 makin meningkat serta arus kas terganggu.

“Bahkan di sektor industri tekstil garmen sepatu dan kulit, mayoritas buruhnya berupah harian akibat kebijakan omnibus law," ujarnya.

Mereka berusaha tetap masuk bekerja walaupun ada gejala Covid 19, karena takut dipotong upahnya ketika tidak bekerja hari itu.

Akibatnya potensi ledakan penularan covid 19 makin besar, dikarenakan perusahaan disektor industri padat karya ini jarang yang melakukan test antigen kepada buruhnya.

"Kalau buruh disuruh test antigen berkala dengan biaya sendiri, tentu upahnya tidak cukup, apalagi mereka berupah harian,” urai Said Iqbal.

Selain itu, sejak PPKM Darurat diberlakukan, Said Iqbal mengatakan sudah banyak manajemen perusahaan yang mengajak berunding serikat pekerja untuk persiapan efisiensi dengan cara mengurangi jumlah buruh atau PHK bertahap.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved