Breaking News:

Mulai 23 Juli 2021 Pembatasan Kedatangan WNA Mulai Diterapkan, Kecuali untuk 5 Kelompok Ini

kebijakan Pembatasan kedatangan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia akan berlaku mulai 23 Juli 2021.

Editor: Sesri
(KOMPAS.COM/HADI MAULANA)
Ilustrasi Sebanyak 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sempat tertunda pemulanganya, akhirnya Jumat (3/4/2020) dipulangkan ke negara asalnya di China. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pembatasan kedatangan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia akan berlaku mulai 23 Juli 2021.

Adapun ketentuan tentang pembatasan WNA ini tertuang dalam revisi Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Dengan revisi itu, pemerintah membatasi kedatangan WNA selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

"Sehubungan dengan PPKM yang disampaikan oleh Bapak Presiden perpanjangannya, maka berkaitan dengan ini pemerintah juga melakukan pembatasan orang asing masuk ke wilayah Indonesia dalam masa PPKM," ungkap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Yasonna mengatakan sedianya aturan ini berlaku pada 21 Juli 2021, namun ada masa transisi ebijakan pembatasan kedatangan WNA sehingga baru diterapkan pada 23 Juli 2021.

Masa transisi ini digunakan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, petugas di lapangan dan mengantisipasi adanya WNA yang saat ini sedang dalam perjalanan.

Baca juga: CEK SYARAT Terbaru Bepergian pada PPKM Level 3 - 4

Baca juga: Jika PPKM Darurat Diperpanjang Lagi, Pengusaha Sebut Akan Terjadi Ledakan PHK

"Sedianya perubahan aturan tersebut berlaku mulai 21 Juli 2021. Setelah kami berdiskusi dengan ibu Menteri Luar Negeri, kita memerlukan transisi. Jadi transisi dua hari," ujar Yasonna dalam konferensi pers virtual pada Rabu (21/7/2021) malam.

Dengan demikian, kebijakan pembatasan itu akan berlaku mulai 23 Juli 2021.

"Saya sudah mintakan ke jajaran di bandara, baik laut maupun udara untuk memberikan dispensasi dua hari karena baru hari ini kita umumkan secara resmi," kata Yasonna.

"Tentunya tidak fair ada orang dalam proses terbang tidak mungkin kami langsung deportasi," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved