Breaking News:

31 ABK Masih Hilang, 24 Tewas, Operasi Pencarian Korban Badai Dihentikan di Hari ke 10

Operasi pencarian dan pencarian korban badai di perairan Kalimantan Barat resmi dihentikan, Jumat (23/7/2021) pukul 18.00 WIB. 31 orang masih hilang.

Editor: CandraDani
dok Basarnas Pontianak
Sebanyak 14 kapal nelayan tenggelam dan 136 anak buah kapal (ABK) hilang setelah dihantam badai di perairan Kalimantan Barat (Kalbar), Indonesia, Rabu (14/7/2021) dini hari. Dalam proses pencarian dan penyelataman, hingga Kamis (15/7/2021) pukul 18.00 WIB, dari 136 awak kapal, ditemukan selamat 80 orang, dalam pencarian 47 orang, meninggal dunia 8 orang dan belum teridentifikasi 1 orang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Operasi pencarian dan penyelamatan korban badai di perairan Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dihentikan, Jumat (23/7/2021) pukul 18.00 WIB.

Hingga hari ke sepuluh pencarian korban, petugas berhasil mengevakuasi sebanyak 107 anak buah kapal (ABK).

Dari 107 ABK tersebut, 83 orang berhasil selamat, 24 orang meninggal dunia, 31 orang masih dalam pencarian.

“Setelah menggelar rapat evaluasi, tim pencarian dan penyelamatan gabungan bersama seluruh pihak terkait termasuk pemilik kapal dan keluarga korban, operasi pencarian resmi dihentikan,” kata Kepala Kantor Badan Pencarian dan Penyelamatan Pontianak Yopi Haryadi kepada wartawan, Jumat.

Operasi pencarian dan pencarian korban badai di perairan Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dihentikan, Jumat (23/7/2021) pukul 18.00 WIB. Di hari kesepuluh pencarian, total telah dievakuasi 107 anak buah kapal (ABK). Dari 107 ABK tersebut, 83 orang berhasil selamat, 24 orang meninggal dunia, 31 orang masih dalam pencarian.
Operasi pencarian dan pencarian korban badai di perairan Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dihentikan, Jumat (23/7/2021) pukul 18.00 WIB. Di hari kesepuluh pencarian, total telah dievakuasi 107 anak buah kapal (ABK). Dari 107 ABK tersebut, 83 orang berhasil selamat, 24 orang meninggal dunia, 31 orang masih dalam pencarian. (KOMPAS.COM/HENDRA CIPTA)

Sebagaimana diketahui, upaya pencarian dalam dua hari terakhir tidak membuahkan hasil.

Selain itu, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sepekan ke depan berpotensi cuaca buruk dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter.

"Kami sudah mengerahkan segala upaya yang ada, baik pencarian dilakukan melalui perairan, udara maupun melakukan penyisiran di pesisir pantai," ujar Yopi.

Proses pencarian hari terakhir, terang Yopi, difokuskan di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Yopi menerangkan, dalam prosesnya, tim gabungan mengalami sejumlah kendala, di antaranya cuaca buruk dan ombak tinggi mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved