Breaking News:

Indonesia Disorot WHO karena Lonjakan Covid-19: Solusi yang Diberikan Pengetatan Mobilitas Warga

Indonesia menjadi salah satu episentrum pandemi global dalam beberapa pekan terakhir, setelah kasus positif Covid-19 melonjak

Editor: Firmauli Sihaloho
istimewa
WHO ( World Health Organization ) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Indonesia menjadi sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal ini karena lonjakan kasus Covid-19.

Indonesia menjadi salah satu episentrum pandemi global dalam beberapa pekan terakhir, setelah kasus positif Covid-19 melonjak lima kali lipat dalam lima minggu.

Pada Jumat (23/7/2021), angka kematian harian mencapai rekor tertinggi sebanyak 1.566 kasus, menjadikannya salah satu jumlah kematian tertinggi di dunia.

Oleh sebab itu, WHO mendesak Pemerintah Indonesia untuk menerapkan pembatasan mobilitas yang lebih ketat dan lebih luas karena lonjakan infeksi dan kematian akibat Covid-19 yang sangat tinggi.

Desakan WHO disampaikan hari Kamis (22/7/2021) hanya dua hari setelah Presiden Joko Widodo mengisyaratkan akan melakukan pelonggaran PPKM Darurat.

Dalam laporan terbarunya, WHO mengatakan penerapan pembatasan sosial sangat penting dan menyerukan perlunya tindakan mendesak tambahan untuk mengatasi peningkatan infeksi di 13 dari 34 provinsi.

"Indonesia saat ini menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi, menunjukkan pentingnya penerapan aturan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial yang ketat, terutama pembatasan mobilitas di seluruh pelosok negeri," kata WHO.

Dalam aturan PPKM Darurat yang kemudian diubah menjadi PPKM Level 3 dan 4, berlaku ketentuan bekerja dari rumah dan penutupan pusat-pusat perbelanjaan di Jawa dan Bali serta sejumlah kota lainnya.

Sektor-sektor ekonomi dasar yang dianggap kritis atau esensial dibebaskan dari sebagian besar ketentuan PPKM.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved