Breaking News:

Jaksa Bidik Keterlibatan Pihak Lain, Dugaan Korupsi Ambruknya Turap Danau Tajwid Pelalawan

Jaksa Pidsus Kejati Riau membidik pihak lain yang terindikasi ikut terlibat dugaan korupsi ambruknya turap Danau Tajwid Pelalawan

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto. Jaksa Kejati Riau bidik keterlibatan pihak lain dalam dugaan korupsi ambruknya turap Danau Tajwid Pelalawan 

Tim jaksa Pidsus telah melakukan peninjauan serta mengkroscek ke lokasi proyek pada Selasa (15/9/2020).

Peninjauan itu merupakan tindak lanjut adanya laporan dari masyarakat yang masuk ke Korps Adhyaksa Riau.

Proyek itu dikerjakan oleh PT Raja Oloun selaku pemenang lelang. Kontraktor menduga turap ambruk ada unsur kesengajaan dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Lantaran hal itu terjadi di tengah PT Raja Oloun selaku rekanan proyek memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan terhadap Pemkab Pelalawan, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR).

Tidak itu saja, PT Raja Oloun, sedang berupaya melakukan upaya hukum, agar dibayarkan sisa proyek turap yang sudah tuntas sebesar Rp4 miliar.

Hal ini sesuai dengan gugatan yang mereka menangkan di PN Pelalawan, dari total nilai kontrak Rp6 miliar lebih, perusahaan baru menerima 30 persen atau senilai Rp2 miliar.

Dalam penanganan perkara ini, jaksa telah memeriksa Hardian Syahputra selaku mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupetan Pelalawan.

Ia dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi dalam penyusutan perkara dugaan korupsi ambruknya Turap Danau Tajwid. Di mana, pada proyek infrastuktur tersebut yang bersangkutan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

PemeriksaAn ini, juga dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan yakni Zukri.

Dia merupakan anggota di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Lalu, Direktur PT Raja Oloan, Hariman Tua Dibata.

Perusahaan itu merupakan pihak swasta yang menjadi rekanan proyek yang bersumber dari APBD Pelalawan tahun 2019 itu.

Sebelumnya, jaksa juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Inspektur Pelalawan, M Irsyad. Dia diperiksa pada Senin (14/12/2020) lalu.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved