Breaking News:

Selundupkan Ponsel ke Rutan Sama Dengan Bawa Narkoba,Kemenkumham Bersih-bersih Rutan,Apa Sanksinya?

Kemenkumham bersih-bersih Rumah Tahanan Negara (Rutan) Siak dari penyelundupan barang terlarang. Selundupkan ponsel ke rutan sama dengan bawa narkoba

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Kepala Kanwil Kemenkumham dan jajaran foto bersama usai FGD. Kemenkumham bersih-bersih rutan. Selundupkan ponsel ke rutan sama dengan bawa narkoba. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Saatnya Kemenkumham bersih-bersih Rumah Tahanan Negara (Rutan) Siak dari penyelundupan barang terlarang. Selundupkan ponsel ke rutan sama dengan bawa narkoba

Peringatan keras disampaikan Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Riau, Maulidi Hilal kepada Kepala Rutan Kelas IIB Kabupaten Siak agar mengambil tindakan tegas kepada oknum petugas yang menyelundupkan barang terlarang.

“Jangan coba-coba menyelundupkan ponsel (handphone) ke dalam rutan," kata Maulidi Hilal, Senin (21/7/2021).

"Menyelundupkan handphone sama dengan menyelundupkan narkoba, karena handphone adalah sumber masalah peredaran narkoba di dalam rutan,” sambungnya.

Ia mengatakan, ketegasan tersebut juga sudah disampaikannya saat FGD bidang keamanan pada Kamis (22/7/2021) kemarin di ruang serbaguna Ismail Saleh Kanwil Kemenkumham Riau.

FGD tersebut bertajuk tindakan pengamanan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di lapas atau rutan se-Riau. Pesertanya seluruh Karutan dan Kalapas se Riau.

“Kami juga meminta agar dimaksimalkan pemberdayaan dan tingkatkan razia di blok hunian warga binaan, berdayakan seluruh potensi yang ada baik internal maupun eksternal," kata Hilal.

Tidak hanya itu, Hilal juga menegaskan Karutan dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) harus lebih tegas dalam menyikapi gejala gangguan keamanan dan ketertiban.

Kemudian harus cepat tanggap dalam menangani masalah gangguan keamanan ketertiban yang muncul sebagai upaya deteksi dini.

"Lebih baik memperbaiki sarana keamanan sebelum terjadi gangguan keamanan, jangan menunggu kejadian baru memperbaiki," ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved