Breaking News:

Usai Posting Kalimat yang Berisi Ujaran Kebencian di Media Sosial, Mahasiswa Ini Ditangkap Polisi

Seorang mahasiswa harus berurusan dengan polisi setelah ia mengunggah kalimat yang berisi ujaran kebencian. ia ditetapkan tersangka

Editor: Budi Rahmat
Net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Seorang mahasiswa ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian.

Ia kedapatan memposting seruan mencopot Presiden Joko Widodo, Gubernur dan Walikota.

Akibat ajakannya di media sosial tersebut, mahasiswa ini harus berusan dengan kepolisian.

Ia dijemput polisi setelah postingannya diniali telah meresahkan karena berisi ajakan

Mahasiswa tersebut berinisial RS. Ia mahasiswa di Ambon. Ditangkap terkait seruan aksi unjuk rasa mencopot Presiden Joko Widodo, Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Wali Kota Ambon yang diunggah di media sosial.

Baca juga: Alamat Zhang Terlacak, YouTuber Penyebar Hoaks Dan Ujaran Kebencian Ini Diburu Polisi

Baca juga: Akun Facebook Banan Joyo Dilaporkan ke Polisi Oleh Guru di Riau, Diduga Lakukan Ujaran Kebencian

Risman dijemput sebuah mobil lalu ditangkap oleh sejumlah Anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di sekitar tempat tinggalnya di kawasan  Poka, Kecamatan Teluk Ambon pada Minggu malam (25/7/2021).

“Benar. Yang bersangkutan telah ditangkap dan saat ini telah resmi ditahan,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang kepada Kompas.com via telepon seluler, Senin (26/7/2021).

Setelah ditangkap, mahasiswa tersebut langsung diperiksa oleh penyidik di kantor Polresta Pulau Ambon.

Dia kemudian langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian.

“Saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Nanti kalau soal teknisnya silahkan ke Kasat Reskrim saja,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved