Breaking News:

Rumah Makan, Tempat Ibadah Hanya Boleh Diisi 25 Persen, Ini Rincian Aturan PPKM Level 3 di Pelalawan

Pelaksanaan PPKM level 3 di Pelalawan dititikberatkan kepada seluruh camat, kepala desa, lurah, hingga ke tingkat Rukun Warga dan Rukun Tetangga.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Istimewa
Tim yustisi Covid-19 Pelalawan melakukan penyekatan di Jalan Lintas Timur Kilometer 55 dekat GOR Tengku Pangeran Pangkalan Kerinci beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan Riau resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubernur Riau.

Bupati Pelalawan H Zukri melalui Satgas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor : Satgas/SATGAS/2021/30. SE itu sebagai tindak lanjut Instruksi Mendagri nomor 26 tahun 2021 dan instruksi Gubernur Riau nomor: 143/INS/HK/2021.

Semua aktifitas masyarakat dilakukan pembatasan dan pelarangan, termasuk operasional tempat usaha serta transportasi umum untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Baca juga: VIDEO: Kasus Aktif Covid-19 di Pelalawan Terus Meningkat, Kapasitas Ruang Perawatan di RS Ditambah

Baca juga: Pelalawan Masih Zona Merah Covid-19, Disdikbud Belum Wacanakan Belajar Tatap Muka

"Efektivitas pelaksanaan PPKM level 3 di Pelalawan sudah kita mulai. Ini akan berlangsung selama delapan hari sampai tanggal 2 Agustus mendatang," terang Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Abu Bakar FE, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (28/07/2021).

Dalam pelaksanaan PPKM level 3 dititikberatkan kepada seluruh camat, kepala desa, lurah, hingga ke tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT).

Karena banyak kegiatan di masyarakat yang berpotensi menularkan virus Covid-19.

Satgas meminta posko penanganan corona dioptimalkan kembali selama pemberlakuan pembatasan ini. 

Adapun kegiatan yang diatur dalam PPKM level 3 ini yakni kegiatan belajar mengajar pada unit pendidikan dilakukan secara daring atau online.

Usaha makan dan minum di warung, pedagang kaki lima, dan jajanan diizinkan buka dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.

Sedangkan rumah makan dan kafe kecil hanya bisa menerima 25 persen pelanggan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved