Breaking News:

Perawat Hamil 8 Bulan Meninggal Terpapar Covid-19, Sang Bayi Selamat Dilahirkan Melalui Operasi

Nyawa bayi AH berhasil diselamatkan, namun sang ibu dinyatakan meninggal, Rabu (27/7/2021)

Editor: Sesri
unsplash @ignaciocampo
Ilustrasi bayi baru dilahirkan. 

Sehari-hari dia melayani masyarakat yang datang berobat.

Termasuk turun ke masyarakat untuk menangani pandemi Covid-19.

”Tugas di puskesmas kan gabung-gabung, semua ditangani, kadang dia turun tracing dan sebagainya. Tidak seperti kita di rumah sakit kan ada bagian-bagiannya,” kata Zuhhad, yang juga wakil direktur RSUD Kota Mataram ini.

Selama hamil AH tetap masuk bekerja menjalankan tugas melayani masyarakat di Puskesmas Karang Pule.

Meninggalnya AH tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga besar perawat di Kota Mataram dan Indonesia.

Meski demikian, PPNI meminta para perawat tidak patah semangat melayani masyarakat.

”Kami harus tetap menjalani tugas meski risikonya semakin tinggi,” katanya.

Dalam situasi saat ini, banyak nakes terkena Covid-19, mulai dari bidan, perawat, hingga dokter. Tidak ada yang kebal dari ancaman Covid-19.

”Semua (jenis) nakes hampir semua mulai kena, tapi pelanyanan tidak boleh terputus,” tegasnya.

Di NTB kurang lebih 100 orang perawat terdampak Covid-19.

Kemudian lima orang meninggal dunia setelah dinyatakan positif virus Corona.

Walau demikian, nakes harus tetap menjalani tugas untuk membantu pasien agar sembuh dan segera bebas dari pandemi.

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved