Breaking News:

Tentara Israel Tembak Mati Seorang Bocah Palestina di Tepi Barat, Peluru Menembus Dadanya

Israel kembali bikin gaduh, pasukan militer mereka menembak mati seorang bocah Palestina di Tepi Barat.

Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Ilham Yafiz
Twitter @ Issa Amro عيسى عمرو
Mohammed al-Alami, 12, meninggal di kota Beit Omar, di barat laut Hebron, setelah dia ditembak di dada saat bepergian dengan mobil bersama ayahnya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Israel kembali bikin gaduh, pasukan militer mereka menembak mati seorang bocah Palestina di Tepi Barat.

Kementerian kesehatan Palestina mengungkap aksi tak manusiawi tentara Israel tersebut.

Seorang anak laki-laki Palestina terluka oleh tembakan tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki telah meninggal karena luka-lukanya.

Dilansir dari Aljazeera, Kamis (29/7/2021), Mohammed al-Alami, 12, meninggal di kota Beit Omar, di barat laut Hebron, setelah dia ditembak di dada saat bepergian dengan mobil bersama ayahnya, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, Rabu.

Dia adalah pemuda Palestina kedua yang meninggal karena luka yang diderita oleh tembakan Israel dalam beberapa hari.

Pasukan keamanan Israel menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa Palestina di tengah bentrokan di lingkungan Silwan di Yerusalem timur yang dicaplok Israel pada 29 Juni 2021, menyusul protes atas rencana pengusiran keluarga Palestina oleh Israel dari rumah di sektor timur. Di Sheikh Jarrah dan lingkungan terdekat Silwan, lebih dari 100 keluarga Palestina menghadapi tuntutan hukum pada tahap yang berbeda, menurut kelompok anti-pemukiman Israel Ir Amim.
Pasukan keamanan Israel menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa Palestina di tengah bentrokan di lingkungan Silwan di Yerusalem timur yang dicaplok Israel pada 29 Juni 2021, menyusul protes atas rencana pengusiran keluarga Palestina oleh Israel dari rumah di sektor timur. Di Sheikh Jarrah dan lingkungan terdekat Silwan, lebih dari 100 keluarga Palestina menghadapi tuntutan hukum pada tahap yang berbeda, menurut kelompok anti-pemukiman Israel Ir Amim. (AHMAD GHARABLI / AFP)

Nasri Sabarneh, walikota kota tersebut, mengatakan bahwa sang ayah sedang mengemudi dengan putra dan putrinya ketika Mohammed memintanya untuk berhenti di sebuah toko untuk membeli sesuatu.

Sang ayah memutar balik, kata walikota, dan pasukan Israel di dekatnya mulai berteriak padanya untuk berhenti.

Seorang tentara kemudian melepaskan tembakan ke arah kendaraan itu, menembak mati bocah itu di bagian dada.

Sabarneh mengatakan dia mengenal keluarga itu, yang tinggal di kota, dan telah berbicara dengan ayahnya. Ayah dan putrinya tidak terluka, katanya.

Militer Israel sedang menyelidiki insiden itu dan tidak segera berkomentar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved