Breaking News:

Yan Prana Jaya Divonis 3 Tahun Penjara, Ini Tanggapan Penasehat Hukum Terdakwa

Yan Prana Jaya divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Pada PN Pekanbaru, Kamis (29/7/2021), begini tanggapan penasehat hukum.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Yan Prana Jaya saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan vonis yang digelar dengan skema video conference di PN Pekanbaru, Kamis (29/7/2022). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Yan Prana Jaya divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Pada PN Pekanbaru, Kamis (29/7/2021), begini tanggapan penasehat hukum.

Baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan pihak terdakwa melalui penasehat hukumnya, menyatakan pikir-pikir terkait vonis terhadap mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau tersebut.

Denny Azanni B Latif, yang merupakan salah seorang dari tim penasehat hukum terdakwa menuturkan, putusan itu jauh lebih rendah dari tuntutan JPU sebelumnya, yakni 7,5 tahun.

Namun pihaknya tetap merasa kurang puas dengan vonis hakim tersebut.

"Karena beberapa unsur itu tidak terbukti seharusnya. Oleh karena itu kita akan bicarakan dengan terdakwa, apakah kita akan ajukan banding dalam waktu 7 hari ini, atau tidak," jelas Denny.

Sementara itu, Alhendri Tanjung, penasehat hukum terdakwa lainnya memaparkan, tentang hakim yang menyatakan terdakwa terbukti melakukan perbuatan korupsi anggaran pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) dan makan minum, menurutnya Yan Prana Jaya sudah melakukan hal tersebut sesuai Permendagri.

"Jadi kita tetap pada kesimpulan kita, bahwa perbuatan melawan hukum itu tidak ada di makan minum. Kita keberatan, karena klien kita sudah mengacu pada Permendagri," paparnya.

Majelis hakim menilai Yan Prana Jaya terbukti melakukan perbuatan korupsi anggaran pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) dan makan minum di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak tahun 2014 - 2017, sebagaimana dakwaan pertama subsidair.

Sementara untuk dugaan korupsi pemotongan anggaran perjalanan dinas, hakim menilai Yan Prana Jaya tak terbukti melakukan hal tersebut.

"Menyatakan Yan Prana Jaya Indra Rasyid terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan pertama subsidair. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara 3 tahun," kata hakim ketua, Lilin Herlina saat membacakan amar putusan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved