Breaking News:

Malaysia Heboh, Perdana Menteri Muhyiddin Didesak Mundur, Raja Beri Teguran Atas Penanganan Covid-19

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin didesak mundur karena buruknya penanganan Covid-19 di negara tersebut.

Editor: Ilham Yafiz
Nazri RAPAAI / Departemen Informasi Malaysia / AFP
Foto selebaran dari Departemen Penerangan Malaysia ini diambil dan dirilis pada 26 Juli 2021 menunjukkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menyampaikan pidatonya selama sesi khusus Dewan Rakyat (Dewan Perwakilan Rakyat) di Parlemen di Kuala Lumpur, bersidang untuk pertama kalinya sejak Januari setelah ditangguhkan di bawah darurat virus corona. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin didesak mundur karena buruknya penanganan Covid-19 di negara tersebut.

Muhyiddin Yassin mendapat teguran oleh Raja Malaysia atas penanganan pemerintah terhadap peraturan Covid-19.

Kini Muhyiddin Yassin menghadapi seruan untuk mengundurkan diri pada Kamis (29/7/2021) dari oposisi dan blok terbesar dalam koalisi yang berkuasa.

Melansir Reuters, Pemerintah Muhyiddin mengatakan pada awal pekan ini bahwa pemerintahannya pada 21 Juli telah mencabut semua peraturan yang mulai berlaku sejak keadaan darurat nasional diberlakukan pada Januari.

Sebelumnya, Raja Al-Sultan Abdullah memberlakukan keadaan darurat atas saran Muhyiddin, yang mengatakan kebijakan itu diperlukan untuk mengekang penyebaran Covid-19. Akan tetapi para kritikus mengecam langkah itu dan menuduh perdana menteri berusaha mempertahankan kekuasaan di tengah semakin menurunnya dukungan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, istana mengatakan pencabutan peraturan dilakukan tanpa persetujuan raja dan dengan demikian bertentangan dengan konstitusi federal dan prinsip-prinsip hukum.

Kantor Pemerintahan Muhyiddin mengatakan pemerintahnya telah bertindak sesuai dengan hukum dan konstitusi Malaysia.

Langkah itu dilakukan setelah lebih dari satu tahun kekacauan politik di negara Asia Tenggara itu menyusul hengkangnya mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad secara tak terduga pada Februari 2020 di tengah pertikaian dalam koalisi pemerintahannya.

Muhyiddin telah memerintah dengan kemenangan tipis dan memimpin koalisi penguasa yang tidak stabil sejak berkuasa pada Maret 2020.

Malaysia adalah monarki konstitusional di mana raja memiliki peran seremonial, melaksanakan tugasnya atas saran dari perdana menteri dan kabinet.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved