Breaking News:

Berhubungan Badan sama Pacar 6 Kali Sehari, Pria Ini Ngaku Kesal Keluarga Tak Merestui Hubungan

Adapun NR kemudian bisa kabur dari sekapan Wawan setelah mengajak WW menjemput anak pertamanya yang ada di desa Aur Gading

Editor: Muhammad Ridho
Istimewa
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM -Sungguh bejat yang dilakukan pria ini, cinta tolak, dia nekat berbuat tak senonoh pada kekasihnya.

Bahkan dilakukan sampai 6 kali setiap hari.

WW (39) warga Tebing Tinggi nekat menculik NR (26), dengan alasan karena ajakannya untuk menikah tidak direstui oleh keluarga NR.

Berdasarkan keterangan pemeriksaan yang telah selesai dilakukan oleh Satreskrim Polres Empat Lawang dikatakan jika WW baru mengenal NR selama 2 minggu sebelum kejadian penculikan.

Awalnya mereka berkenalan di SDN 27 Desa. Aur Gading, kecamatan Tebing Tinggi.

"Setelah berhasil membawa kabur korban dengan mengancam akan membunuh pelaku menuju rumah dinas pekerja sawit di kabupaten Musi Rawas," Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, AKP. Wanda Dhira Bernard, SIK, Sabtu (31/07/2021) malam.

Wanda menjelaskan tidak hanya sampai disitu berdasarkan pengakuan NR selama berada rumah dinas pekerja sawit NR diberlakukan secara tidak manusiawi NR dianiaya, dikurung, tidak boleh keluar, disetubuhi setiap malam 3 kali, dan siang 3 kali.

"Selama 20 hari di rumah dinas korban dianiaya, dikurung, dan disetubuhi sebanyak 6 kali setiap harinya, tidak hanya disana korban juga dipaksa mengikut pelaku ke Dusun Sungai Bonot, Kabupaten Musi Rawas disana korban juga diperlakikan sama seperti dirumah dinas," Jelas Wanda.

Adapun NR kemudian bisa kabur dari sekapan Wawan setelah mengajak WW menjemput anak pertamanya yang ada di desa Aur Gading kediaman Nuria.

"Pelaku mau menuruti permintaan korban untuk menjemput anak korban di Empat Lawang, disanalah korban memanfaatkan kesempatan untuk kabur dan meminta ibunya untuk melapor ke Polres Empat Lawan", Ungkap Wanda.

Setelah mendapat laporan dari keluarga NR, Tim Elang Satreskrin Polres Empat Lawang berhasil melumpuhkan yang saat itu telah mengiringi, memantau dan menunggu pelakupelaku secara diam-diam. 

"Korban sempat kabur dan bersembunyi di rumah bendahara desa, pelakulun juga sempat memaksa masuk ke rumah korban dengan masksud menunggu korban pulang disanalah pelaku berhasil kami amankan," tutup Wanda.(sahri/TS)

Artikel ini telah tayang di Sripoku

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved