Kamis, 30 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bikin Iba,Kaki Kiri Beruang Buntung Terjerat Nilon di Inhu,Kuku Lepas 2, Ini Dilakukan BBKSDA Riau

Kondisi beruang madu yang terjerat nilon di Inhu bikin iba. Kaki kiri buntung, kaki kanan lecet dan kukunya lepas dua

Tayang:
Penulis: Theo Rizky | Editor: Nurul Qomariah
Dok BBKSDA Riau
Tim BBKSDA Riau dan Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh melakukan tindakan medis pada beruang yang terjerat nilon di Inhu. Kondisi beruang bikin iba, kaki kiri buntung, kaki kanan lecet dan kuku lepas 2, meski demikian beruang tetap aktif. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Duh, kondisi beruang madu yang terjerat nilon di Inhu bikin iba. Kaki kiri buntung, kaki kanan lecet dan kukunya lepas dua.

Untunglah, tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau dan Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh segera melakukan penyelamatan sekaligus evakuasi dan pelepasliaran satwa dilindungi itu.

Hewan bernama Latin helarctos malayanus tersebut terjerat tali nilon di Dusun Kampung Baru, Desa Siambul, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Sabtu (31/7/2021).

Lokasi beruang yang terjerat tali nilon tersebut berada di kawasan lahan yang dibuka masyarakat.

Satwa liar itu terjerat pada kaki depan sebelah kanan.

Tim bersama-sama melakukan penyelamatan dan mengangkat tubuh beruang untuk segera dilakukan pemeriksaan.

Tim medis BBKSDA Riau yang diketuai drh Danang segera mengecek kondisi beruang madu tersebut.

Secara umum, satwa dalam kondisi baik walaupun kemudian diketahui bahwa kaki kiri satwa buntung karena bekas jerat sebelumnya.

Sedang kaki depan sebelah kanan yang terjerat mengalami luka lecet pada permukaan kulit,

Sedangkan pada kuku beruang lepas dua karena berusaha membuka kandang, namun satwa masih sehat dan lincah.

Treatment atau tindakan medis yang diberikan adalah pemberian vitamin, antibiotik, antiradang, dan analgesik.

Berdasarkan analisa tim medis, satwa tersebut layak untuk segera dilepasliarkan.

Beruang itu akhirnya dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Pihak Balai Besar KSDA Riau mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memasang jerat di kebunnya karena dapat membahayakan satwa liar yang dilindungi.

Begitu juga dengan pemegang konsesi agar ikut memantau wilayah konsesinya bebas dari jerat.

( Tribunpekanbaru.com / Theo Rizky )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved