Breaking News:

Konflik Masyarakat Vs PT WSSI, Warga Koto Gasib Minta Gubernur Riau Syamsuar Turun Tangan

Konflik warga 4 kampung di kecamatan Koto Gasib dengan PT Wana Subur Sawit Indah (WSSI) belum ada solusi hingga kini

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Ketua DPRD Siak H Azmi dicegat wartawan di loby utama kantor gubernur Riau usai menghadiri rapat konflik lahan PT WSSI dengan warga Siak, Jumat (30/7/2021) di kantor Gubernur Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Konflik warga 4 kampung di Kecamatan Koto Gasib Siak dengan PT Wana Subur Sawit Indah (WSSI) belum menemukan solusinya.

Pertemuan perwakilan warga, Pemkab Siak, DPRD Siak dengan Pemprov Riau, Jumat (30/7/2021) sore kemarin di kantor Gubernur Riau juga belum membuahkan hasil apa-apa.

“Kami sangat kecewa dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLH) Provinsi Riau, yakni Pak Maamun Murod dalam rapat Jumat kemarin. Tampaknya beliau terlalu membela PT WSSI tanpa berempati sedikitpun kepada kami,” kata Ketua LAMR kecamatan Koto Gasib, Syafrizal (52) didampingi tokoh masyarakat Buatan I H Thamrin, Minggu (1/8/2021).

Kepada Tribunpekanbaru.com ia menjelaskan, pihaknya termasuk yang diundang untuk hadir rapat di kantor gubernur itu.

Rapat itu dibuka oleh Plt Sekdaprov Riau Masrul Kasmy, dihadiri oleh Kepala Dinas LHK Riau Maamun Murod.

Sedangkan dari Siak hadir Asisten I Setdakab Siak L Budhi Yuwono, Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, Ketua DPRD Siak H Azmi, Wakil Ketua I DPRD Siak Fairus dan perwakilan masyarakat.

“Sebelum rapat dimulai kami diabsen oleh pihak provinsi. Kami diminta keluar ruangan dan awak media tidak dibolehkan masuk, untung saja Pak Fairus mempertahankan kami, tetapi tidak seorangpun dibolehkan ada wartawan di dalam,” kata dia.

Rapat itu berlangsung alot. Pihak yang hadir dari Siak mengemukakan keinginannya agar Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) PT WSSI yang diterbitkan Pemprov Riau dicabut.

Dalil -dalil permintaan itu sudah dikemukakan dengan dokumen-dokumen penting lainnya. Selama 20 tahun PT WSSI hadir di Koto Gasib, hingga saat ini belum ada kebun plasma.

“Padahal kebun plasma ini sudah dijanjikan tetapi janji hanya tinggal janji. Tiba-tiba saat ini terbit IPKnya, untuk mengambil kayu yang tumbuh di atasnya. Celakanya, Pemprov Riau tanpa pertimbangan perasaan masyarakat menerbitkan IPK itu, ada apa dengan Pak Murod, kok tega?” kata Syafrizal.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved