Breaking News:

Apa Itu Madu Lebah Melifera? Budidaya Lebah Melifera di Riau Hasilkan Rp 160 Juta Sepekan

Apa itu Madu lebah melifera ? Tribunpekanbaru.com akan melihat budidaya lebah melifera di Riau yang sudah menghasilkan Rp 160 juta sepekan

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Apa Itu Madu Lebah Melifera? Budidaya Lebah Melifera di Riau Hasilkan Rp 160 Juta Sepekan. Foto: Madu Lebah Melifera bisa langsung diminum. 

Tribunpekanbaru.com menelusuri dusun yang didiami 100 Kk ini, Sabtu (31/7/2021).

Warga di dusun ini hidup rukun dan berpenghasilan cukup, rata-rata mereka berkebun sawit dan karet.

Meski hanya dihuni 100 KK, namun dusun ini sangat luas, jalannya berkilo-kilo meter.

Dari jalan yang panjang itu, kurang 1 Km saja jalan yang sudah disemenisasi, sisanya jalan tanah dengan kubangan lumpur yang bikin ampun. 

“Pemerintah tidak bisa mengaspal jalan ini, karena katanya tanah konsesi PT Arara Abadi,” kata Rahmat, warga Segintil kepada Tribunpekanbaru.com

Ia mengajak kami melihat penangkaran lebah melifera, yang menghisap saripati daun-daun dan bunga tumbuhan akasia dan mengahasilkan Madu berkualitas.

Dari kediamannya, kami naik mobil pickup mengikuti lumpur-lumpur hidup sepanjang 3 Km.

Dari kejauhan, terlihat hamparan luas tumbuhan akasia, bahan baku untuk produk yang dihasilkan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP)-APP Sinar Mas Grup dengan pipa-pipa asap yang menjulang di Perawang, Kecamatan Tualang. 

“Akasia ini milik PT Arara Abadi, sebagian permukiman kami ini katanya berada di lahan konsesi mereka sebagian lain berada dalam hutan tanaman rakyat (HTR).

Kami tidak begitu mengerti dengan istilah itu, tapi sekarang kami sudah mencoba mengurus surat tanah kami sendiri,” kata Rahmat. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved