Breaking News:

Dugaan Korupsi Bankeu di RSUD Indrasari Rengat, Hitung Kerugian Negara, Segini Jumlah Bankeu

dugaan korupsi pengelolaan dan penggunaan Bantuan Keuangan atau Bankeu Provinsi Riau Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 41 miliar di RSUD Indrasari

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
istimewa
Dugaan Korupsi Bankeu di RSUD Indrasari Rengat, Hitung Kerugian Negara, Segini Jumlah Bankeu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penanganan kasus Dugaan Korupsi pengelolaan dan penggunaan Bantuan Keuangan atau Bankeu Provinsi Riau Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 41 miliar di RSUD Indrasari , Rengat, Kabupaten Inhu, hingga kini masih berlanjut.

Kasus Dugaan Korupsi Bankeu RSUD Indrasari Inhu yang ditangani tim jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau ini, statusnya masih tahap penyelidikan.

Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Bankeu RSUD Indrasari Inhu itu, jaksa saat ini sedang menunggu hasil audit penghitungan kerugian negara. 

Proses audit tersebut dilakukan Inspektorat Provinsi Riau.

"Menurut keterangan tim (penyelidik), saat ini sedang dimintakan audit Aparat Pengawas Internal Pemerintahan," kata Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto, Senin (2/8/2021).

Ia menerangkan, audit atau perhitungan kerugian keuangan negara, menjadi hal yang penting untuk memenuhi salah satu unsur pembuktian dalam suatu penanganan tindak pidana korupsi.

"Jadi kita tunggu saja hasil auditnya, karena hasil audit ini memerlukan waktu yang cukup panjang," tutur Raharjo.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun, Bankeu Rp 41 miliar itu tidak hanya untuk pembangunan fisik RSUD Indrasari .

Tapi juga digunakan untuk pengadaan alat kesehatan (alkes).

Untuk memastikan pengadaan alkes itu sesuai aturan atau tidak, tim jaksa juga sudah turun langsung ke Kabupaten Inhu untuk mengecek item-item yang tertuang dalam Bankeu itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved