Breaking News:

Lumpuh Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Mahasiswi Aceh Kini Dirawat di Rumah Sakit, Ini Kronologinya

Alami kelumpuhan usai disuntik Vaksin Covid-19 , mahasiswi Aceh bernama Amelia Wulandari kini dirawat di rumah sakit, ini kronologinya

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Istimewa
Lumpuh Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Mahasiswi Aceh Kini Dirawat di Rumah Sakit, Ini Kronologinya. Foto: Amelia Wulandari 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Alami kelumpuhan usai disuntik Vaksin Covid-19 , mahasiswi Aceh bernama Amelia Wulandari kini dirawat di rumah sakit, ini kronologinya.

Allymuddin, paman dari Amelia Wulandari kepada grup Tribunpekanbaru.com yakni Serambinews.com pada Minggu (1/8/2021) saat mendampingi korban yang dirawat di rumah sakit usai disuntik Vaksin Covid-19 mengatakan kronologinya yakni berawal pada 26 Juli 2021.

Saat itu, korban berkonsultasi dengan salah satu dokter di Puskesmas Suak Ribee, konsultasi itu mengenai mekanisme suntik Vaksin Covid-19 yang diperlukan oleh korban untuk mendapatkan surat keterangan.

Surat keterangan itu untuk menyatakan bahwa korban belum bisa disuntik Vaksin Covid-19 karena sedang menderita penyakit lambung akut, dan tipes, serta sinusitis.

Berawal dari itu, dokter dari Puskesmas Suak Ribee mengeluarkan surat keterangan terhadap penyakit yang dideritanya saat ini, yang kemudian disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Awalnya, korban berkonsultasi ke dokter di Rumah Sakit Denkesyah.

Namun di sana pada hari itu tidak ada dokter.

Lalu korban berkonsultasi dengan salah dokter spesialis di Rumah Sakit Montella Meulaboh.

Di Rumah Sakit Montella tersebut, korban yang didampingi ibunya mengutarakan keperluannya kepada salah dokter spesialis guna mendapatkan surat keterangan bahwa korban belum bisa divaksin dengan memperlihatkan surat keterangan dari Puskesmas terhadap penyakitnya.

Dikatakannya, saat itu dokter memaksa korban agar tetap divaksin dan tidak mendengarkan apa keluhan korban.

Merasa tidak ada cara lain, sehingga korban terpaksa melakukan vaksin di Akper Meulaboh pada 27 Juli 2021.

Padahal korban punya riwayat mengalami penyakit tipes, lambung akut dan sinusitis yang sudah menahun.

Tidak lama setelah pulang dari tempat vaksin, korban langsung mual-mual dan muntah.

Pada malamnya kondisi tubuh korban sudah membiru dan kejang-kejang.

Melihat kondisi Amelia sudah mengkhawatirkan, pihak keluarga memboyongnya ke Rumah Sakit Montella.

Usai dirawat sesaat di sana, kemudian dia langsung dirujuk ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh pada malam itu juga.

Kondisi terakhir pada Minggu (1/8/2021) hari ini, korban masih dalam kondisi lumpuh, kakinya belum bisa digerakkan lagi.

Surat keterangan tidak bisa divaksin tersebut dibutuhkan korban sebagai salah satu syarat untuk bisa kuliah.

Jika tidak mengupload sertifikat asli sudah divaksin atau surat keterangan dokter, dikhawatirkan akan dikenakan sanksi akademik atau dikeluarkan dari kampus.

Saat ini, korban sedang menyelesaikan kuliah di Universitas Syiah Kuala, pada Fakultas Hukum semester akhir.

Sebagian artikel ini telah tayang di SerambiNews.com. ( Tribunpekanbaru.com/Pitos Punjadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved