Breaking News:

Masyarakat di Inhu Kembali Tuntut Hak dari PT Runggu Prima Jaya, Ini Kata Pihak Setdakab Inhu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) kembali memediasi persoalan antara masyarakat dan PT Runggu Prima Jaya.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Ariestia
Net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) kembali memediasi persoalan antara masyarakat dan PT Runggu Prima Jaya.

Rapat mediasi tersebut digelar pada Senin (2/8/2021) pagi di kantor Bupati Inhu.

Namun sayangnya kembali pihak perusahaan tidak hadir pada pertemuan tersebut.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Inhu, Raja Fachrurazi menyampaikan bahwa rapat mediasi tersebut digelar atas permintaan kelompok tani Bakti Mandiri Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inhu.

"Dalam surat yang disampaikan oleh kelompok tani, dijelaskan bahwa terdapat perjanjian antara kelompok tani dengan pihak perusahaan PT Runggu Prima Jaya pada tahun 2011. Di sana disebutkan bahwa PT Runggu Prima Jaya berjanji memberikan memberikan lahan kepada kelompok tani," kata Raja Facharurazi.

Masih berdasarkan surat yang disampaikan oleh kelompok tani Bakti Mandiri terdapat 126 anggota kelompok tani yang menuntut haknya.

Bahkan di dalam surat tersebut disampaikan bahwa masyarakat menuntut penyelesaian dari pihak-pihak terkait agar nantinya tidak ada aksi massa dari masyarakat yang merasa dirugikan.

Berdasarkan dokumen yang dipegang oleh Pemda Inhu, diketahui memang terdapat perjanjian antara kelompok tani Impang Sejahtera dengan pihak kedua atas nama Dedi Sihaloho.

Kelompok tani Impang Sejahtera itu kini disebut-sebut bergabung dengan kelompok tani Bakti Mandiri.

"Persoalannya perjanjian itu lemah, karena yang bertandatangan di sana adalah perseorangan bukan pihak perusahaan," kata Fachrurazi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved