Breaking News:

Soal Covid-19 Varian Delta, China Ibarat Senjata Makan Tuan, Dokumen Rahasia Bocor

China, negara yang membanggakan diri dengan pendekatan tanpa toleransi terhadap Covid, telah melaporkan 206 kasus baru varian delta Covid-19

Editor: Hendri Gusmulyadi
STR/AFP/China OUT
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kita semua tahu kasus virus corona (Covid-19) pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Sejak itu, kasus virus corona langsung menyebar ke seluruh dunia termasuk ke India.

Di India, siapa sangka mutasi virus corona baru dimunculkan dan lebih mematikan. Yaitu virus corona varian Delta.

Nah, kini virus corona varian Delta berbalik kembali ke China.

Dilansir dari dailymail.co.uk pada Sabtu (31/7/2021), China telah dilanda apa yang disebut media pemerintah sebagai 'wabah Covid paling luas sejak Wuhan'.

Ini terjadi setelah kasus varian Delta yang sangat menular lolos dari karantina perbatasan.

Negara, yang membanggakan diri dengan pendekatan tanpa toleransi terhadap Covid, telah melaporkan 206 kasus baru sejak 20 Juli 2021 terkait dengan wabah di kota Nanjing.

Wabah itu dimulai ketika pekerja bandara yang membersihkan pesawat yang tiba dari Rusia.

Namun beberapa orang dinyatakan positif.

Dan sejak itu menyebar ke lima provinsi dan setidaknya 13 kota, termasuk ibu kota Beijing.

Meskipun jumlah kasusnya relatif kecil, mereka tersebar di seluruh negeri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved