Breaking News:

Mahasiswa Kedokteran Ini Menangis Setelah Tau Mayat Untuk Bahan Prakteknya Adalah Sahabatnya

Biasanya, mayat-mayat yang menjadi bahan praktek mahasiswa kedokteran di negara itu adalah mayat-mayat tanpa identitas.

Newslions/SWNS
ILUSTRASI bedah 

Ana menuturkan, kebanyakan mayat penelitian yang mereka pakai berlubang oleh peluru.

"Saya merasa bersalah saat menyadari mereka kemungkinan bukanlah kriminal," kata dia.

Dia mengungkapkan pada pagi hatinya, dia sudah melihat mobil polisi membawa mobil berisi mayat penuh darah di luar fakultasnya.

Egbe segera mengirim pesan ke keluarga Divine yang ternyata mencuri di kantor polisi terdekat.

Divine dan tiga temannya ditangkap saat sedang keluar.

Penemuan mengejutkan Egbe menunjukkan kurangnya kadaver bagi mahasiswa kedokteran, dan nasib orang yang ditangkap polisi.

Di Nigeria, aturan saat ini menyebutkan "jasad tak bertuan" bisa diserahkan ke fakultas kedokteran jika tak ada keluarga yang mengambil.

Menurut jurnal Clinical Anatomy, lebih dari 90 persen kadaver yang dipakai di fakultas kedokteran Nigeria adalah kriminal yang ditembak mati aparat.

Mereka berusia antara 20 sampai 40 tahun, 95 persen di antaranya pria, dan tiga dari empat mayat merupakan warga kelas ekonomi ke bawah.

"Tidak ada yang berubah dalam 10 tahun terakhir," kata Emeka Anyanwu, profesor anatomi di Universitas Nigeria, sebagai salah satu penulis jurnal.


(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved