Breaking News:

Sebut Donasi Rp 2 T Menipu Seluruh Bangsa, JK Sentil Kapolda Sumsel: Tidak Ada Logikanya

JK menilai, sumbangan yang awalnya hendak diberikan secara pribadi kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, sudah tidak masuk akal.

Editor: Guruh Budi Wibowo
TRIBUNNEWS.COM/Laily Rachev/Setpres
Jusuf Kalla (JK) saat menjadi wakil Presiden RI Joko Widodo 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Donasi bodong Rp 2 triliun dari Heryanti membuat Jusuf Kalla geram. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia itu pun minta agar proses donasi 'prank' itu segera dihentikan.

Donasi 2 triliun itu diberikan keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Namun, donasi itu tak jelas sumber dan ujungnya.

Pria yang akrab disapa JK ini menuturkan, kejadian-kejadian serupa sempat terjadi di Indonesia.

JK pun sempat menghentikan satu di antara kasus di masa silam yang menyebut utang Indonesia bisa dilunasi oleh temuan ribuan ton emas.

Untuk itu, dari pelajaran kasus sebelumnya, JK meminta agar sumbangan Rp 2 triliun ini dihentikan.

"Saya kira ini tidak perlu diperpanjang, dihentikan saja bahwa ini menipu seluruh bangsa," kata JK, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Rabu (4/8/2021).

JK menilai, sumbangan yang awalnya hendak diberikan secara pribadi kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, sudah tidak masuk akal.

"Jadi semuanya tidak masuk akal. Tidak ada logikanya menyumbang pribadi lewat Kapolda, yang menerima salah, yang memberi juga salah," jelas JK.

Menurutnya, secara logika, ketika ada yang hendak menyumbang sebanyak Rp 2 triliun, paling tidak harus memiliki harta Rp 10 triliun.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved