Breaking News:

Semakin Tegang, Taiwan Siapkan Diri Dari Serangan China, Beli Artileri Howitzer Amerika

Semakin tegang, Taiwan kian mempersiapkan diri dari serangan militer China dengan membeli senjata canggih Amerika Serikat.

Editor: Ilham Yafiz
SAM YEH / AFP
Ilustrasi sistem artileri Howitzer Self-Propelled dan tentara Taiwan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Semakin tegang, Taiwan kian mempersiapkan diri dari serangan militer China dengan membeli senjata canggih Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui rencana penjualan 40 unit sistem artileri Howitzer Self-Propelled Medium 155mm M109A6 ke Taiwan pada hari Rabu (4/8/2021).

Dilansir dari Reuters, kesepakatan penjualan oleh Pentagon tersebut bernilai hingga US$ 750 juta.

Penjualan howitzer ini merupakan tindakan lanjutan AS untuk memberi perlindungan kepada Taiwan setelah pada tahun lalu menjual drone dan pertahanan rudal pantai.

Presiden AS Joe Biden yang menjabat sejak Januari telah menyetujui penjualan senjata komersial secara langsung ke Taiwan.

Pemerintahan Biden berupaya meningkatkan kemampuan Taiwan dan mencegah invasi China.

Pentagon melaporkan bahwa paket penjualan terbaru, jika disetujui, akan mencakup howitzer, 1.698 kit panduan presisi untuk amunisi, suku cadang, pelatihan, stasiun darat, dan peningkatan untuk howitzer generasi sebelumnya milik Taiwan.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon telah memberi tahu pihak Kongres tentang kemungkinan penjualan paket besar ini pada hari Rabu.

Pentagon juga mengatakan BAE Systems Plc akan bertindak sebagai kontraktor utama untuk pengadaan senjata tersebut.

Meskipun disetujui oleh Departemen Luar Negeri, pemberitahuan tersebut tidak menunjukkan bahwa sebuah kontrak telah ditandatangani atau bahwa negosiasi telah selesai.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved