Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Polemik Pemotongan Gaji Honorer, DPRD Meranti Bakap Panggil Tim Anggaran Pemda

Ardiansyah mengatakan langkah pertama yang dilakukan adalah memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dimintai penjelasan tentang realisas

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Forum Pejuang Pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti (FPPKKM) telah melakukan hearing Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti beberapa waktu yang lalu.

Pertemuan yang dilakukan di ruang rapat DPRD Kepulauan Meranti tersebut dihadiri tokoh dan dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kepulauan Meranti Ardiansyah dan anggota lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut untuk menyampaikan sejumlah aspirasi yang menjadi perhatian masyarakat saat ini khususnya pengurangan gaji honorer di lingkungan pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 35 Persen.

Ketua DPRD Kepulauan Meranti Ardiansyah mengatakan para pejuang Meranti meminta pihak DPRD memperjuangkan pemotongan gaji honorer dihentikan.

Menindaklanjuti hal tersebut Ardiansyah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat bersama seluruh fraksi yang ada di DPRD.

"Kami di DPRD telah sepakat langsung menyikapi persoalN ini, tentu langkah kami adalah langkah-langkah yang konstitusional," ungkapnya.

Ardiansyah mengatakan langkah pertama yang dilakukan adalah memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dimintai penjelasan tentang realisasi pendapatan dan realisasi belanja.

"Yang kedua kami tentu akan menanyakan terkait kebijakan Bupati yang telah mengeluarkan perbub tentang besaran honorer tersebut," jelasnya.

Dijelaskan Ardiansyah setelah mendengarkan penjelasan dari Pemkab Meranti, pihaknya nanti akan menindaklanjuti dengan berembuk dengan seluruh dewan untuk diambil tindakan selanjutnya.

"Tentu akan kami diskusikan bersama-sama akan kami bicarakan apa solusi terbaik dari hal tersebut," terangnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved