Breaking News:

Duh,APBD Pelalawan Defisit Rp156 M, OPD Diminta Rasionalisasi 20 Persen Sebelum APBD-P Diajukan

Kabupaten Pelalawan mengalami defisit APBD tahun 2021 mencapai Rp 156 miliar. BPKAD minta OPD lakukan ini

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kepala BPKAD Pelalawan, Devitson Saharuddin SH MH mengatakan APBD Pelalawan defisit Rp 156 miliar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kabupaten Pelalawan Riau mengalami defisit APBD tahun 2021 mencapai Rp 156 miliar.

Hal itu akibat pengurangan dana transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sedang merumuskan pengurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) sebagai solusi terjadinya defisit anggaran.

Sembari menyusun Rancangan APBD-Perubahan tahun 2021 untuk diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan dalam waktu dekat.

Namun terlebih dahulu dilakukan rasionalisasi anggaran yang ada di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Anggaran yang dipangkas dalam rasionalisasi tahun ini antara 15 sampai 20 persen dari setiap OPD. Ini solusi untuk mengatasi defisit anggaran," terang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan, Devitson Saharuddin SH MH, Jumat (6/8/2021).

Proses rasionalisasi diserahkan ke OPD masing-masing dan kemudian dilaporkan ke TAPD agar dimasukan dalam rancangan APBD-P.

Pemotongan ini berlaku sama di semua instansi, namun besarannya tidak harus merata sesuai dengan besar kecilnya anggaran OPD terkait.

Pemda menarget penyerahan RAPBD-P ke DPRD paling lambat pertengahan Bulan Agustus ini.

Agar bisa segera dibahas dan disahkan oleh dewan serta program pembangunan berlanjut hingga akhir tahun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved