Breaking News:

Bengkalis

Kapal Batam dan Dumai Tidak Beroperasi, Pedagang Di Pelabuhan BSL Bengkalis Rasakan Dampaknya

Pedagang di pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis merasakan dampak PPKM karena kapal tujuan Batam dan Dumai bisa kembali beroperasi.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir
Foto : Roslawati pedagang dipelabuhan BSL Mengalami Dampak Penurunan Omset Sejak Kapal Batam dan Dumai tidak Beroperasi 

TRINBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Aktifitas pelabuhan Bandar Sri Laksamana yang sepi berdampak kepada pedagang jajanan di pelabuhan. Omset harian pedagang pelabuhan sangat jauh menurun.

Satu diantaranya diungkap Roslawati (50) yang sudah berdagang sekitar sepuluh tahun di Pelabuhan BSL Bengkalis.

Jika kondisi normal saat kapal tujuan Batam dan Dumai beroperasi dirinya bisa mengumpulkan hasil jualan sekitar empat ratus ribu rupiah.

"Kalau sekarang jauh dari itu, apalagi sejak kapal Dumai Line tidak beroperasi. Dapat seratus ribu perhari saja susah," ungkapnya.

Meskipun demikian Roslawati tidak punya pilihan, hanya berjualan inilah yang bisa diandalkannya untuk menyambung hidup setiap hari.

Selain harus mengumpulkan uang untuk kebutuhan sehari hari, Roslawati juga harus memikirkan pembayaran sewa gerai di pelabuhan.

"Uang gerai memang perbulan harus kita bayar sebesar Rp 150.000 perbulan. Jadi untung yang tidak seberapa ini kita sisihkan juga untuk bayar sewa gerai," terangnya.

Meskipun sulit, kondisi saat ini masih jauh lebih lumayan dari awal pandemi Covid 19 lalu.

Saat itu pelabuhan BSL sempat tutup karena pandemi.

"Kalau sekarang masih kita bersyukur walaupun kapal Batam tidak beroperasi, masih ada kapal tujuan Selat Panjang, jadi masih ada setiap hari yang laku," terangnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved