Breaking News:

Tak Disangka, Keluarga Perkosaan Ternyata Satu Sel dengan Pelaku Pemerkosa, Endingnya Mengerikan

Petugas baru kaget setelah mengetahui salah menempatkan dua orang tahanan dalam satu sel. Ternyata masing-masing ada keterkaitan yang mengerikan

Editor: Budi Rahmat
Gambar oleh Annabel_P dari Pixabay
(ilustrasi pemukulan) 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Ditakdirkan berada dalam satu penjara, pria pemerkosa ini akhirnya meregang nyawa ditangan keluarga korbannnya.

Ya, siapa yang menduga kalau di dalam sel yang ditempati pelaku pemerkosa ini berada pula salah seorang keluarga korbannya.

Berjalan waktu, identitas pelaku pemerkosaan ini diketahui oleh keluarga korban yang berada di sel yang sama.

Tanpa ampun terjadilah pemukulan. Pemukulan terus berlangsung hingga pelaku pemerkosaan meregang nyawa.

Baca juga: Kasus Dugaan Pemukulan Karyawan Kafe di Pekanbaru Berlanjut, Ini Proses yang akan Dilakukan Polisi

Baca juga: Berawal dari Saling Tatap hingga Picu Pemukulan, Meresahkan,Premanisme dan Pungli Marak di Bengkalis

Petugas yang mendapati kenyataan tersebut baru menyadari ada yang salah.

Yakni, korban ternyata berada dalam satu sel dengan keluarga korban pemerkosaan.

Begini Kronologi Lengkapnya

Seorang narapidana di Amerika Serikat (AS) dijatuhi hukuman 25 tahun penjara tambahan karena terbukti membunuh teman satu selnya.

Narapidana bernama Shane Goldsby tersebut membunuh Robert Munger pada Juni 2020 sebagaimana dilansir New York Post, Sabtu (7/8/2021).

Goldsby memukuli Munger sampai tewas karena Munger memperkosa saudara perempuannya. Peritiwa tersebut terjadi di penjara negara bagian Washington, AS.

Baca juga: Berawal dari Saling Tatap hingga Picu Pemukulan, Meresahkan,Premanisme dan Pungli Marak di Bengkalis

Munger dilaporkan menjalani hukuman penjara 43 tahun karena kejahatan seks terhadap anak-anak menurut KHQ.

Goldsby mengaku mulai mengamuk setelah Munger menggodanya mengenai detail pemerkosaan terhadap adiknya, yang kemudian terbukti benar.

“Saya tidak stabil pada saat itu. Saya sampai pada titik itu, karena (Munger) terus ingin memberi saya detail tentang apa yang terjadi, apa yang dia lakukan,” kata Goldsby.

Departemen Pemasyarakatan Washington mengatakan, petugasnya tidak mengetahui bahwa Goldsby dan Munger memiliki "keterkaitan" saat ditempatkan dalam satu sel.

Goldsby sempat meminta maaf kepada keluarga Munger dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh pengacaranya pada Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Berawal dari Saling Tatap hingga Picu Pemukulan, Meresahkan,Premanisme dan Pungli Marak di Bengkalis

"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicintai dengan cara seperti ini," bunyi pernyataan itu.

“Kepada istri dan seluruh keluarganya saya minta maaf. Saya sangat menyesal dan saya harap Anda dapat pulih dari apa yang saya sebabkan,” sambung pernyataan itu.

Goldsby dijebloskan ke dalam penjara pada 2017 karena mencuri kendaraan polisi.

Sumber Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved