Breaking News:

Ikuti Seremoni Alih Kelola WK Rokan, Bupati Siak Terkenang Bantuan Chevron Saat Jabat Camat Minas

Bupati Siak Alfedri mengikuti seremonial Alih kelola wilayah kerja (WK) Rokan dari CPI kepada PT PHR secara virtual

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Bupati Siak Alfedri mengikuti seremonial Alih kelola wilayah kerja (WK) Rokan dari CPI kepada PT PHR secara virtual. FOTO: Bupati Siak Alfedri (kiri) dan Wabup Husni Merza saat mengikuti rakor virtual, Senin (19/7/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri mengikuti seremonial Alih kelola wilayah kerja (WK) Rokan dari PT Chevron Pacipic Indonesia (CPI) kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) secara virtual, Minggu (8/8/2021) dari kediamanya. Pikirannya terlempar ke masa lalu, saat menjabat Camat Minas, karena intennya berkomunikasi dengan pihak Chevron.

“Kala itu Chevron banyak sekali membantu kami, sehingga persoalan yang ada di Minas bisa selesai dengan cepat. Partisipasi Chevron dalam membantu masyarakat Minas amat kami rasakan kala itu,” kata Alfedri.

Menurut Alfedri, selama 70 tahun Chevron mengelola Migas di Riau banyak hal yang sudah disumbangkan untuk Siak. Hal tersebut tidak terlupakan hingga Chevron diambil alih PHR.

“Kami berterimakasih kepada Chevron atas sinergitas dan partisipasi kepada Pemkab Siak selama ini. Kami juga berharap kepada PHR mudah-mudahan di masa mendatang bisa menaikkan produksinya, bisa lebih menaikkan perhatian kepada anak -anak Siak, sesuai skill yang ada,” kata dia.

Selain itu ia juga berharap agar PHR tetap bisa bersinergi dengan Pemkab Siak ke depan. Ia mengatakan Siak mempunyai BUMD pengelola Migas. BUMD itu adalah PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang mempunyai pengalaman selama 20 tahun dalam mengelola blok CPP.

“Mudah-mudahan PT BSP bisa diberikan kesempatan oleh PHR ikut dalam pengelolaan blok Rokan ini ke depan, tentu dengan pola B to B. Ini harapan terbesar kita yang sudah saya sampaikan saat pertemuan dengan pimpinan PHR dan Chevron beberapa hari lalu,” kata Alfedri.

Ia melanjutkan, pengelolaan Migas membutuhkan SDM yang berpengalaman, teknologi tinggi serta padat modal. Sedangkan sebanyak 85 persen SDM di BOB PT BSP -Pertamina Hulu sudah anak-anak daerah. Hal ini sudah sepatutnya menjadi pertimbangan pihak PHR untuk memberikan peluang kepada PT BSP ke depan.

“Tentu semua itu ada proses sesuai undang-undang dan aturan berlaku. Semoga kedepan BUMD kita diberikan peluang,” tambahnya.

Selain itu, kata Alfedri, ia juga sudah mendata subkontraktor dari Minas yang berpengalaman. Subkontraktor lokal yang berpengalaman juga diperjuangkan untuk diajak bekerja sama oleh PHR ke depan.

“Kita tahu bahwa akhir-akhir ini Chevron mengurangi aktifitasnya sehingga merumahkan karyawannya. Kita berharap ke depan PHR merekrut karyawan dengan memprioritaskan anak-anak di Kecamatan Minas,” kata dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved