Breaking News:

Lapor Pak Kapolres Siak, Warga Buatan I dan II Minta Perlindungan, Apa yang Dikhawatirkan Mereka?

Warga Kampung Buatan I dan Buatan II mendatangi Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto Senin (9/8/2021) sore, minta perlindungan

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Warga Buatan I dan II Kecamatan Koto Gasib berbincang dengan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto dan Ketua DPRD Siak Azmi di ruangan Kapolres Siak, Senin (9/8/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Warga Kampung Buatan I dan Buatan II mendatangi Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto Senin (9/8/2021) sore, minta perlindungan.

Dari belasan orang yang datang, hanya 4 orang perwakilan yang diterima di ruangannya mengingat suasana pandemi Covid-19.

Empat orang yang mewakili masyarakat tersebut adalah H Thamrin, Abdul Rahman, Zulkarnain dan Indra Asril.

Mereka menyampaikan keluh kesahnya terkait konflik dengan PT Wana Subur Sawit Indah (WSSI).

Tujuan masyarakat di dua desa ini menjumpai Kapolres Siak untuk meminta perlindungan dari potensi konflik fisik di lokasi penebangan kayu di PT WSSI yang masih sedang berlangsung.

“Penebangan kayu masih berlangsung, sedangkan kami sudah meminta PT WSSI tersebut untuk menghentikan aktivitas sementara, agar tidak mengganggu keamanan dan ketertiban,” kata Thamrin.

Ia menceritakan selama 20 tahun PT WSSI hadir di Kecamatan Koto Gasib, tidak ada penggarapan lahan inti serta lahan plasma yang dijanjikan.

Masyarakat hanya diiming-imingi untuk ditanamkan lahan plasma sejak 20 tahun silam.

Sampai saat ini janji tersebut tidak pernah ditepati.

“Kemudian Pemprov Riau menerbitkan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) untuk PT WSSI, agar mereka dapat memanfaatkan kayu akasia yang tumbuh di atas lahannya. Kami sedang memprotes ini, agar PT WSSI tidak menguasai kayu itu,” kata dia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved