Breaking News:

Cerita Penjual Buah di Dumai Menangis Dengar Kapolres Pindah Tugas, Dagangan Masdion Rutin Dibeli

Masdion, seorang penjual buah di Dumai tak sanggup menahan tangis ketika mengetahui kabar Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira pindah tugas.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Masdion, seorang penjual buah di Dumai tak sanggup menahan tangis ketika mengetahui kabar Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira pindah tugas. 

TRIBUNPEKANBARI.COM, DUMAI - Masdion, seorang penjual buah di Dumai tak sanggup menahan tangis ketika mengetahui kabar Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira pindah tugas.

AKBP Andri Ananta Yudhistira pindah tugas ke Polda Riau sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Krimsus).

Masdion seakan tidak percaya dengan kepindahan orang yang selama ini punya pengaruh besar dalam hidupnya.

Sehingga ia dan istrinya mangaku sangat sedih dengan kepindahan Kapolres tersebut.

AKBP Andri Ananta Yudhistira sudah menjalani serah terima jabatan sebagai Wadir Reskrimsus Polda Riau.

Sedangkan jabatan lamanya digantikan AKBP Mohammad Kholid.

Pengalamannya yang tidak pernah dilupakan Masdion membuatnya menangis.

Masdion, seorang penjual buah di Dumai tak sanggup menahan tangis ketika mengetahui kabar Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira pindah tugas.
Masdion, seorang penjual buah di Dumai tak sanggup menahan tangis ketika mengetahui kabar Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira pindah tugas. (Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra)

Saat menjabat sebagai Kapolres di Dumai, Andri Ananta sangat peduli dengan dirinya yang setiap hari jualan buah di gerbang Polres Dumai.

Masdion mulai mengenal Andri Ananta sejak setahun terakhir.

Perkenalannya dimulai saat Kapolres menghampirinya sedang berjualan di gerbang Mapolres tersebut.

Saat itu, Andri Ananta yang ramah kepada siapapun itu menyapa Masdion.

Ia menanyakan kegiatan Masdion saat berada di gerbang Mapolres.

"Dia nanya ngapain disini, saya bilang jualan Pak, mana jualannya, saya jualan buah, sejak itu Pak Kapolres menyuruh saya mengantar buah ke Pos penjagaan setiap harinya sebanyak Rp50 ribu," cerita Masdion.

Sejak awal perkenalan dengan Kapolres inilah hidup Masdion terasa bergairah kembali.

Apalagi saat pandemi Covid-19 ini, diakui Masdion ia menghadapi tantangan hidup yang sangat berat.

"Biasanya dia ngasih uang dimuka untuk satu bulan itu Pak Kapolres ngasih uang Rp1,5 juta, dengan buahnya Rp50 ribu sehari," ujarnya.

Dengan adanya orderan buah setiap hari, Masdion dan istri bisa membantu keuangan keluarganya.

Memang keluarga ini masih tinggal menumpang di kontrakan mertuanya di Kota Dumai.

"Kami SE rumah itu tinggal empat keluarga dan ngontrak. Alhamdulillah dengan bantuan Pak Andri, kami bisa bantu keuangan keluarga di rumah,"ujarnya.

Tidak hanya itu, perkenalannya dengan Andri Ananta, membuat ia bisa memasukkan anaknya di TK Bhayangkari Dumai.

biasanya selain uang bulanan buah, Andri dan istri serta jajaran di Polres Dumai juga membantu keluarga ini berupa bantuan sembako dan lainnya.

"Jadi uang bulanan dari Pak Andri itu bisa sekolahkan anak di TK Bhayangkari dan sepeda motor saya lunas, juga bisa membantu keuangan di rumah," sebutnya.

Pedagang buah di Dumai, Masdion sedih saat Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira pindah tugas. Anak Masadion bersekolah di TK Bhayangkari Dumai.
Pedagang buah di Dumai, Masdion sedih saat Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira pindah tugas. Anak Masadion bersekolah di TK Bhayangkari Dumai. (Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra)

Masdion mengakui sejak Pandemi Covid-19 melanda, pendapatannya sebagai penjual buah jauh menurun.

Apalagi harga buah juga sekarang mahal, biasanya Masdion bisa meraup hasil hingga Rp100 hingga Rp200 ribu.

Namun saat pandemi hanya di kisaran Rp50 ribu hingga 80 ribu.

"Makanya dengan bantuan Pak Andri itu, kami merasakan sekali manfaatnya. Mungkin bagi dia itu tidak besar, tapi bagi kami itu sangat luar biasa membantu kehidupan kami," imbuhnya.

Meskipun sedih ditinggal Andri Ananta, namun Masdion dan istri juga bahagia dengan kenaikan jabatan yang diraih Andri Ananta saat ini yang menjabat di Mapolda Riau.

"Semoga Pak Andri bisa menebar kebaikan dengan banyak orang lagi dengan kenaikan jabatannya ini. Kami tidak bisa membalas kebaikan Pak Andri Ananta, semoga Allah bisa membalasnya," sebutnya

Bahkan doa sederhana namun luar biasa sampai terucap dari tukang buah yang tidak tamat SD ini. Ia mendoakan agar Andri Ananta kelak bisa menjabat sebagai Kapolda bahkan Kapolri, karena ia mengenal Andri Ananta sebagai sosok yang peduli dengan masyarakat.

"Beliau itu, baik sopan, muda, cerdas, mudah-mudahan Pak Andri nanti jadi Kapolri," pungkasnya.

Andri Ananta sendiri selama bertugas di Dumai dikenal sebagai sosok yang humanis dengan masyarakat.

Apalagi dalam beberapa momentum, Andri Ananta seringkali membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Berita Dumai lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved