Breaking News:

'Hari Itu Saya Suntik 599 Orang', Perawat yang Suntik Vaksin Kosong Ditetapkan Sebagai Tersangka

Perawat berinisial EO yang suntik vaksin kosong menangis sesenggukan saat meminta maaf.

Editor: Muhammad Ridho
(Ist)
Perawat EO Tersangka penyuntik vaksin kosong 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perawat berinisial EO yang suntik vaksin kosong menangis sesenggukan saat meminta maaf.

EO ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai saat menyuntikan vaksin di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Akibat perbuatannya, perawat yang suntik vaksin kosong ini terancam hukuman penjara selama satu tahun.

EO disangkakan pasa 14 Undang-Undanng Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

"Ancamannya 1 tahun penjara. Ini masih berproses," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus seperti dikutip dari Tribun Jakarta.

Menurut Yusri, EO berprofesi sebagai perawat yang menjadi relawan vaksinator.

"Saudari EO ini adalah seorang perawat yang memang diminta tolong, karena memang kami terus terang untuk melakukan vaksinasi massal ini membutuhkan relawan-relawan sebagai vaksinator," kata Yusri.

"Iya, dia perawat. Bahkan dalam kegiatan kegiatan vaksinasi massal, ibu ini juga terlibat dan diminta bantuan untuk vaksinasi," sambungnya.

Kejadian EO suntik vaksin kosong terjadi di Sekolah Ipeka, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut Yusri Yunus, kejadian bermula saatg BLP melakukan vaksinasi.

Ketika BLP disuntik, sang ibu merekamnya.

Saat rekamannya dilihat, tampak suntikan tersebut kosong.

"Jadi kejadiannya sekitar tanggal 6, yang sempat divideokan orangtuanya sendiri atau ibunya sendiri, kemudian setelah itu mengadu kepada penanggung jawab dari yayasan yang menyelenggarakan vaksinasi bersama pada saat itu," tutur Yusri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved