Breaking News:

Malam-malam Asik Nongkrong Ogah Pakai Masker Didatangi Tim Yustisi,Saat Diswab,Eh Ada yang Reaktif

Malam-malam asik nongkrong ogah pakai masker. Didatangi Tim Yustisi Bengkalis saat diswab antigen, ternyata ada yang reaktif

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Pengunjung diswab antigen saat Operasi Yustisi Polres Bengkalis di Taman Andam Dewi Bengkalis. Ternyata ada yang reaktif. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Asik nongkrong malam-malam ogah pakai masker. Didatangi Tim Yustisi Bengkalis saat di swab antigen, ternyata ada yang reaktif.

Dengan diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, Polres Bengkalis meningkatkan kegiatan yustisi protokol kesehatan.

Seperti yang dilaksanakan di Kecamatan Bengkalis.

Kegiatan Yustisi dilaksanakan Rabu (11/8/2021) malam dengan menurunkan sejumlah personil menyisir tempat tempat keramaian.

Operasi Rabu malam dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bengkalis Kompol Ahmad Salmi bersama personil gabungan dari Satpol PP dan Petugas Dinas Kesehatan Bengkalis.

Kabag Humas Polres Bengkalis AKP Buha Purba mengatakan, di antara lokasi yang disasar operasi yustisi adalah tempat keramaian yakni, Taman Andam Dewi Bengkalis.

Taman itu selalu dijadikan tempat nongkrong di malam hari oleh masyarakat Bengkalis.

"Petugas kita di sana menyampaikan sosialisasi kepada pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan," kata Buha Purba.

"Saat melakukan operasi yustisi melibatkan dua belas orang personil Polres Bengkalis, sepuluh orang Satpol PP dan petugas Dinkes sebanyak enam orang," sambungnya.

Selain memberikan imbauan secara langsung, di tempat tersebut petugas juga membagikan masker kepada pengunjung

Para pengunjung di Taman Andam Dewi juga diberikan teguran secara lisan bagi yang melanggar protokol kesehatan.

"Ada juga empat orang yang kita tindak karena sama sekali tidak membawa masker, melanggar protokol kesehatan. Kita berikan sanksi sosial dengan push up di depan umum," tambahnya.

Empat orang pelanggar ini juga dilakukan rapid antigen oleh petugas Dinas Kesehatan Bengkalis.

Hasil rapid antigen satu di antaranya reaktif dan diminta melakukan isolasi mandiri.

Polres Bengkalis Lakukan Penyekatan

Sebelumnya, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan menegaskan untuk penanganan PPKM Level 3 di Bengkalis sangat berbeda dengan PPKM level 4.

Terkait pelaksanaan penyekatan atau mobilisasi masyarakat.

Sejauh ini upaya penyekatan aktivitas masyarakat dilakukan di daerah daerah tingkat desa dan kelurahan yang kasus Covid-19 cukup tinggi.

Penyekatan aktivitas masyarakat dilakukan secara mikro, ada beberapa desa dan kelurahan yang sudah menerapkan.

"Di antaranya di Kecamatan Bantan yakni di Desa Teluk Pambang dan Desa Bantan Timur," jelas Kapolres.

"Kemudian di Kecamatan Mandau yakni kelurahaan Air Jamban dan di kecamatan Pinggir Kelurahan Titian Antui," imbuhnya.

Penyekatan atau pembatasan mobilitas yang dilakukan beberapa pekan di Teluk Pambang sudah menunjukkan hasil.

Bahkan bisa di katakan berhasil pembatasan mobilitas yang dilakukan di sana.

"Sejauh ini sejak penyekatan diberlakukan di sana sudah tidak ditemukan lagi penyebaran kasus baru," ucap AKBP Hendra Gunawan.

" Mereka yang menjalani isolasi mandiri juga sudah dinyatakan sembuh," imbuhnya.

Saat ini yang masih aktif pembatasan mobilitas masyarakat dilaksanakan di Bantan Timur.

Sejauh ini menunjukkan hasil yang baik juga, karena tidak ditemukan penyebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang baru, sebagian yang isolasi mandiri juga mulai membaik dan negatif.

"Untuk penyekatan di Kecamatan Pinggir yang sedang berjalan di Titian Antui. Kita sudah bekerjasama dengan pihak Kecamatan untuk pembatasan mobilitas di sana," terangnya.

Selain itu penyekatan sebenarnya juga dilakukan di kawasan kota, seperti di Kecamatan Bengkalis Desa Wonosari dan Kecamatan Mandau tepatnya di kelurahan Air Jamban saat ini juga diberlakukan.

Namun karena kawasan perkotaan tentu pelaksanaannya sedikit berbeda.

Wilayah desa penangananya beda dengan daerah perkotaan.

Pola penyekatan di desa bisa ditutup secara menyeluruh.

Sementara di kota ada pekerja pekerja esensial yang harus tetap beraktivitas bekerja.

"Kita sudah meminta pihak Disnakertran Bengkalis untuk mengeluarkan surat keterangan untuk pekerja esensial," ujarnya.

" Sehingga bisa lebih mudah lagi dalam penanganan pembatasan mobilitas masyarakat ini," tambahnya.

Sementara itu, untuk kebutuhan keseharian masyarakat yang menjalani isolasi mandiri dan mengalami pembatasan mobilitasnya, dari pemerintah daerah memberikan bantuan sebesar Rp 70 ribu untuk satu harinya.

Bantuan lainnya juga disalurkan kepada mereka melalui Polres Bengkalis.

"Bantuan pemerintah daerah melalui Dinas Sosial satu hari sebesar Rp 70 ribu. Kemudian kami juga menyalurkan bantuan bekerjasama dengan relawan peduli Covid-19 di Bengkalis dengan memberikan bantuan Bapangan," terangnya.

Selain itu Polres Bengkalis juga menyalurkan bantuan pangan yang bersumber dari CSR perusahaan.

Sejauh ini sudah dua perusahaan yang memberikan CSR melalui Polres Bengkalis yang disalurkan sebagai bantuan kepada masyarakat.

"Sudah dua perusahaan yang menyalurkan melalui kita, yakni PCR dan sudah kita salurkan," terangnya.

"Kemudian Arara Abadi juga sudah memberikan dan akan kita salurkan dalam bentuk paket beras sebanyak 50 pack beras dengan berat sepuluh kilo masing masing paketnya," tambah Kapolres.

Dalam upaya penekan angka penyebaran Covid-19 di masa PPKM Level 3 ini, Polres Bengkalis juga meningkatkan kegiatan yustisi.

Kegiatan yustisi ini sangat penting karena bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

"Kita sudah koordinasi dengan pemerintah desa agar Satgas Desa juga perperan aktif untuk meningkatkan kesadaran masyarakatnya dalam penerapan protokol kesehatan," tutup Kapolres.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved